VIVAnews - Perdana Menteri Rumania, Emil Bolic, hari ini mengundurkan diri dari jabatan setelah berminggu-minggu diprotes rakyat. Mereka kesal dengan kebijakan pemerintahan Bolic yang memotong gaji pegawai sekaligus menaikkan pajak saat negeri mereka dilanda krisis ekonomi.
"Ini adalah momen bagi keputusan politik yang penting. Maka, saya serahkan mandat pemerintah," kata Boc seperti dikutip kantor berita Reuters. Sejak akhir Januari lalu ribuan warga Rumania rela berdiri di tengah cuaca yang sangat dingin untuk memprotes kebijakan pengetatan anggaran kepada PM Boc dan Presiden Traian Basescu.
Sebagai kepala pemerintah, Boc menerapkan pemotongan gaji pegawai negeri sebesar 25 persen sekaligus menaikkan pajak. Langkah ini terpaksa diberlakukan untuk memenuhi target hemat anggaran negara sebesar 20 miliar euro (US$26,24 miliar).
Penghematan itu disyaratkan oleh Dana Moneter Internasional (IMF) sebagai pemberi pinjaman darurat. Penghematan itu juga dianggap penting untuk memulihkan kembali ekonomi makro Rumania setelah terpukul resesi.
Kebijakan itu sangat tidak populer di kalangan rakyat Rumania. Selain menghadapi unjuk rasa massal, Partai PDL pimpinan PM Boc juga mengalami kemerosotan dukungan publik sangat tajam. Menurut sejumlah survei, partai beraliran tengah itu hanya didukung kurang dari 20 persen, padahal pemilu parlemen akan berlangsung akhir tahun ini.
Pengamat politik Mircea Marian mengungkapkan bahwa pengganti Boc sebagai PM sementara kemungkinan besar adalah seorang teknokrat. "Kemungkinan besar dari bank sentral atau bahkan dari dinas intelijen," kata Ponta.
Krisis politik di Rumania ini mengikuti apa yang terjadi di Yunani dan Italia. Perdana Menteri di dua negara itu diganti masing-masing oleh teknokrat setelah negara mereka dilanda krisis utang.