VIVAnews - Indonesia akan menjadi tuan rumah pertemuan pertama Komisi Hak Asasi Manusia Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Pertemuan akan dilaksanakan dari tanggal 20 hingga 24 Februari di Jakarta.
"Pertemuan ini akan dihadiri oleh 18 anggota Komisi HAM OKI. Selain itu, Sekretaris Jendral OKI juga akan hadir," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Michael Tene di Jakarta, Jumat 3 Februari 2012.
Dalam pertemuan ini, Indonesia akan diwakili oleh Siti Ruhaini Dzuhayatin yang juga dikenal sebagai komisioner HAM nasional. Adanya pertemuan ini, menurut Tene, penting untuk mendukung perlindungan HAM ke depannya.
Komisi HAM di OKI terbentuk pada KTT tingkat menteri di Astanah, Kazakshtan pada Juni 2011. Dalam pertemuan tersebut, 18 dari 57 negara anggota OKI, termasuk Indonesia, menjadi anggota komisi HAM.
Pembentukan komisi HAM OKI akan mendukung berbagai program organisasi ini di bidang bantuan kemanusiaan, pembangunan, lingkungan dan hak-hak perempuan. Komisi HAM OKI ini juga unsur penting dalam proses transformasi OKI dalam merengkuh isu-isu global.
OKI dalam pernyataannya mengatakan, Komisi HAM ini akan bekerja untuk meningkatkan HAM dan mendukung upaya negara anggotanya dalam mengkondolidasikan hak-hak sipil, politik, ekonomi, sosial dan budaya. (eh)