Dunia

Indonesia Jadi Tuan Rumah Konvensi HAM OKI

Dibentuk tahun lalu, komisi HAM OKI akan membantu upaya negara anggota menegakkan HAM.

Jum'at, 3 Februari 2012, 16:19 WIB
Denny Armandhanu, Indrani Putri
Konferensi OKI (Biro Pers Istana Presiden/ Abror Rizki)

VIVAnews - Indonesia akan menjadi tuan rumah pertemuan pertama Komisi Hak Asasi Manusia Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Pertemuan akan dilaksanakan dari tanggal 20 hingga 24 Februari di Jakarta.

"Pertemuan ini akan dihadiri oleh 18 anggota Komisi HAM OKI. Selain itu, Sekretaris Jendral OKI juga akan hadir," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Michael Tene di Jakarta, Jumat 3 Februari 2012.

Dalam pertemuan ini, Indonesia akan diwakili oleh Siti Ruhaini Dzuhayatin yang juga dikenal sebagai komisioner HAM nasional. Adanya pertemuan ini, menurut Tene, penting untuk mendukung perlindungan HAM ke depannya.

Komisi HAM di OKI terbentuk pada KTT tingkat menteri di Astanah, Kazakshtan pada Juni 2011. Dalam pertemuan tersebut, 18 dari 57 negara anggota OKI, termasuk Indonesia, menjadi anggota komisi HAM.

Pembentukan komisi HAM OKI akan mendukung berbagai program organisasi ini di bidang bantuan kemanusiaan, pembangunan, lingkungan dan hak-hak perempuan. Komisi HAM OKI ini juga unsur penting dalam proses transformasi OKI dalam merengkuh isu-isu global.

OKI dalam pernyataannya mengatakan, Komisi HAM ini akan bekerja untuk meningkatkan HAM dan mendukung upaya negara anggotanya dalam mengkondolidasikan hak-hak sipil, politik, ekonomi, sosial dan budaya. (eh)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
sammi
03/02/2012
Jgn lupa bahas kasus Cikeusik, GKI Yasmin, pengusiran HKBP, perusakan gereja, dan semua mesjid2 yg tdk punya izin, polusi suara bagi non-muslim dgn speakernya, FPI yg mau kudeta dan bikin onar sana-sini. Cari tau apa Tuhan tdk bisa tindak, hrs manusia?
Balas   • Laporkan
anak_pejabat | 04/02/2012 | Laporkan
Ane ngerti perasaan ente bro, tp percaya lah di bnyk daerah msh banyak rakyat yg hidup berdampingan bahkan saling bantu membantu. kembali ke pemda nya mampu tidaknya menciptakan kerukunan umat beragama :)
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ