Dunia

China Janji Dukung Atasi Krisis Utang Eropa

Punya cadangan devisa US$3,2 triliun, China termasuk pembeli utama surat utang Eropa

Jum'at, 3 Februari 2012, 10:38 WIB
Renne R.A Kawilarang
PM China Wen Jiabao (REUTERS/Tobias Schwarz)

VIVAnews - China mempertimbangkan untuk meningkatkan peran dalam membantu Eropa mengatasi krisis utang zona euro. Namun, belum dijelaskan lebih lanjut apakah peningkatan peran China itu akan diwujudkan dengan membeli lebih banyak obligasi terbitan Fasilitas Penstabilan Keuangan Eropa (EFSF) atau Mekanisme Stabilitas Eropa (ESM), yang segera dibentuk.

Menurut kantor berita Reuters, sinyalemen China itu diutarakan Perdana Menteri Wen Jiabao saat menyambut kunjungan Kanselir Jerman, Angela Merkel, di Beijing Kamis kemarin. Sebagai ekonomi terdepan di Eropa, Jerman tengah berjuang keras mengatasi krisis utang di sejumlah negara pemakai mata uang euro.

Kunjungan Merkel ke Beijing merupakan salah satu upaya Jerman untuk melobi China untuk membantu mereka mengatasi krisis euro. Ini mengingat China merupakan salah satu pembeli utama surat utang Eropa. China kini memiliki cadangan devisa sekitar US$3,2 triliun. 

PM wen mengatakan bahwa China masih mempelajari bagaimana mereka bisa memberi dukungan lebih lanjut. Beijing masih pikir-pikir apakah akan memberi dukungan langsung dengan menambah pembelian obligasi terbitan EFSF maupun ESM, atau melalui Dana Moneter Internasional (IMF).

"China juga sedang mempertimbangkan untuk lebih aktif berpartisipasi dalam solusi bagi krisis utang Eropa melalui saluran EFSF dan ESM," kata Wen.

Beberapa hari lalu Konferensi Tingkat Tinggi Uni Eropa sepakat membentuk ESM, yang merupakan dana darurat permanen. Bermodal 500 miliar euro (US$650 miliar), ESM mulai beroperasi Juli mendatang dan kemungkinan akan menggantikan fungsi EFSF. Dalam beberapa bulan terakhir telah berjasa memberi pinjaman darurat bagi Irlandia, Portugal, dan Yunani.

Namun, China masih belum mau melontarkan janji-janji spesifik bagi peningkatan dukungan untuk Eropa. Kepada Merkel, China menekankan bahwa Eropa sendiri yang merupakan penentu bagi jalan keluar krisis utang euro.      
 



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
mickymouse
11/02/2012
PINGIN KAYAK CHINA,GAMPANG. KERJA KERAS DAN NGGAK USAH PAKE NGE PROTES TETANGGA KANAN KIRI, NGGAK USAH NGIRI AMA KEBERHASILAN ORANG LAIN. BEKERJALAH SEKUAT TENAGA KAMU SENDIRI. NGGAK USAH TERLALU NUNTUT MINTA INI ITU.
Balas   • Laporkan
pacman
08/02/2012
Ayo berjihad melawan koruptor... Bunuh para koruptor pemerkosa IBU PERTIWI penghianat kemerdekaan penghisap darah rakyat kecil.
Balas   • Laporkan
pacman
08/02/2012
keberhasilan china membasmi poli-TIKUS comberan penghianat negara pemerkosa IBU PERTIWI dgn HUKUMAN MATI membawa china m'jadi RAKSASA DUNIA abad 21.
Balas   • Laporkan
marioneveralone
03/02/2012
kapan ya Indonesia bisa kaya Negara China ini.. ngimpi bnget kayaknya..
Balas   • Laporkan
Abdul Madjid
03/02/2012
Bisa-bisa Ekonomi Eropa dibeli china.. Semua nih..
Balas   • Laporkan
koberkobere
03/02/2012
hebatnya china....!!!
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ