Dunia

28-1-1986: Tragedi Challenger, 7 Awak Gugur

Setelah bencana itu, AS menunda seluruh program ke luar angkasa selama dua tahun

Sabtu, 28 Januari 2012, 06:45 WIB
Renne R.A Kawilarang
Pesawat Challenger sesaat setelah meledak (sciencepolicy.colorado.edu)

VIVAnews – Pada 26 tahun lalu, tragedi penerbangan luar angkasa berlangsung di Amerika Serikat (AS). Pesawat ulang-alik Challenger milik Badan Antariksa AS, NASA, meledak tak lama setelah meluncur.

Menurut stasiun berita BBC, tujuh astronot tewas seketika, termasuk seorang perempuan yang bercita-cita menjadi guru pertama yang pergi ke luar angkasa.

Dengan adanya bencana itu, jumlah astronot AS yang tewas sejak dimulainya program penerbangan antariksa bertambah menjadi 14 orang.

Pesawat ulang-alik Challenger baru saja terbang selama satu menit saat terjadi ledakan. Akibat banyaknya pecahan pesawat, regu penolong harus menunggu selama satu jam sebelum melakukan evakuasi.

Penerbangan pada hari naas itu merupakan misi kedua puluh lima Challenger. Menurut jadwal NASA, penerbangan ini seharusnya dilaksanakan pada tanggal 22 Januari 1986 namun ditunda akibat cuaca buruk.

Tidak lama setelah bencana, Presiden AS Ronald Reagan memerintahkan dilakukan penyelidikan. Menurut hasil investigasi NASA yang diumumkan Mei 1986, ledakan terjadi akibat adanya kebocoran pada segel di salah satu roket pendorong Challenger.

Setelah bencana itu, Amerika Serikat menunda seluruh program ke luar angkasa selama dua tahun.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ