Dunia

Guru Australia: Saya Kaget Murid Cium Tangan

"Jujur, saya kaget dengan tradisi murid mencium tangan saya sebagai bentuk penghormatan."

Sabtu, 21 Januari 2012, 10:52 WIB
Antique, Indrani Putri
SD Negeri 01 Menteng, Jakarta  

VIVAnews - Sistem pendidikan, ditambah budaya yang berbeda membuat beberapa guru Australia peserta program Building Relations through Intercultural Dialogue and Growing Engagement (BRIDGE) terkaget-kaget begitu mendapat kesempatan mengajar beberapa minggu di Indonesia.

Meski demikian, mereka bisa cepat beradaptasi dan mengaku banyak menemukan hal menarik yang tidak mereka temui di negara mereka.

"Saya melihat murid-murid Indonesia sangat menghormati guru mereka. Jujur, saya kaget dengan tradisi murid-murid mencium tangan saya sebagai bentuk penghormatan terhadap guru," tutur Emily Sullivan, seorang pengajar dari Our Lady of Sacred Heart College, Adelaide, di Jakarta.

Menurut Emily, yang mengajar selama beberapa minggu di MAN 2 Jakarta, di Australia murid-murid terbiasa menyapa guru mereka dengan cara yang kasual. Tak heran pengalaman pertamanya mendapat cium tangan dari murid-murid Indonesianya sangat berkesan.

Kolega Emily, Laura Brzezinski, juga mengaku kagum dengan tradisi upacara bendera. "Anda menghormati jasa pahlawan dengan berdiri dan memberi hormat selama beberapa menit setiap Senin pagi, itu mengagumkan. Orang Indonesia ternyata menghargai jasa pahlawannya," kata dia.

Bagi Emily dan Laura yang belum pernah berkunjung ke Indonesia sebelum mengikuti program BRIDGE, pengalaman mereka meruntuhkan stereotip tentang orang Indonesia yang selama ini digembar-gemborkan media luar.

Hal senada juga diutarakan Adam Chad, pengajar Canberra Grammar School, yang mengaku sudah sering sekali bepergian ke Bali. Ia mengungkapkan, media Australia selama ini menggambarkan Indonesia sebagai negara yang masih tertinggal, kecuali untuk Bali yang pariwisatanya sudah mendunia.

"Padahal, kalau orang Australia ingin tahu Indonesia yang sebenarnya, mereka harusnya datang ke tempat selain Bali, ke Jawa misalnya. Banyak hal tentang Indonesia yang tidak bisa Anda temui lewat buku atau Internet," ujar pria berambut pirang ini.

Adam sendiri mengaku kagum dengan nilai keluarga yang masih sangat kuat di Indonesia. "Di Indonesia, apapun yang terjadi pada Anda, selalu ada keluarga sebagai support system. Sungguh sesuatu yang tidak bisa sering ditemui di Australia."

Lain lagi cerita Melanie Cross, pengajar Waggrakine Primary School, Geraldton. "Murid-murid Indonesia sangat menyenangkan, mereka antusias! Kalau sudah di depan kelas, kadang saya merasa jadi selebriti," katanya setengah berseloroh.

Menurutnya, anak-anak Indonesia memiliki rasa keingintahuan yang tinggi, namun tanpa mengurangi rasa hormat mereka terhadap guru. Selain itu, kekerabatan antar mereka juga masih kuat.

"Inilah yang menjadi pentingnya ada kemitraan yang kuat antara Indonesia dan Australia. Saya harap semakin banyak siswa Australia yang tertarik mempelajari Indonesia dan budayanya dengan berkunjung langsung ke Indonesia,"  harap Melanie.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
gue dulu suka nyontek utk dpt nilai bagus n sekarang nyesel setengah mati,....saat itu temen yg gua contekin nyaranin gua jgn nyontek krn hal itu bisa membuat otak kita gak berkembang, skrg gua baru bisa beli motor sport,...seharusnya pesawat yg kebeli
Balas   • Laporkan
deddy.djohan | 26/01/2012 | Laporkan
maaf, odong-odong itu apa yah?
nokkciie | 26/01/2012 | Laporkan
Kenapa ga odong-odong sekalian lumayan buat nambah beli bensin haha peace bro..
tentaralaut
22/01/2012
saya bangga menjadi anak Indonesia .. itulah rakyat indonesia penuh dengan sopan santun dan tatakrama .. indonesia jaya
Balas   • Laporkan
dicky1211
22/01/2012
Salut buat anak SD Indonesia,setelah SMU tawuran dan semakin besar (mahasiswa) lebih parah lagi. Sepertinya pemerintah tidak memiliki program dalam hal mendidik siswa remaja dan dewasa.
Balas   • Laporkan
vascoshot | 22/01/2012 | Laporkan
cocok bgt meramalx... ntr kalo udah kerja jga wani piro...
yanto7
22/01/2012
Indonesia adalah negara dengan kultur dan adat-istiadat yang masih terjaga, saya bangga telah terlahir di bumi Nusantara ini.
Balas   • Laporkan
Only in Indonesia...
Balas   • Laporkan
gue se7 kalo anak sekolahan di indonesia pada sopan n pola pikir mereka penuh dgn keingintahuan yg besar,....wish sukseskan program wajib belajar 12 tahun biar generasi ibu2 yg pada ngegosip karna kurang pendidikan tergusur.....wwkwkwkwkwkw
Balas   • Laporkan
sheilafister | 22/01/2012 | Laporkan
Wajib belajar 12 tahun Kajian rohani mulai umur 45th biar gak pada korupsi!!
gazibu
21/01/2012
Indonesia yang sebenarnya
Balas   • Laporkan
cyan
@Cyan
21/01/2012
Welcome to Indonesia...
Balas   • Laporkan
sejak dulu bangsa indonesia adalah bangsa yg hebat, media asing aja, terutama barat, yg selalu negative thingking terus ma kita
Balas   • Laporkan
cincau | 25/01/2012 | Laporkan
kita, loe aj kali yg negatif
areknakal
21/01/2012
Jangan seneng dulu. Si bule cuma being polite aja..... Cium tangan gak ada hubungannya sama penghormatan. Itu malah membuat pemisahan klas sosial......
Balas   • Laporkan
cincau | 25/01/2012 | Laporkan
jadi repot klo bawa2 agama
mar10kempes | 21/01/2012 | Laporkan
ni orang bnr2 po bkn sih kok komnnya ndak mutu bwa2 islam tapi ngk thu pa itu tradisi dlm islam.
princessjava | 21/01/2012 | Laporkan
"Cium tangan gak ada hubungannya sama penghormatan".. anda berbicara soal Islam, padahal anda tidak paham tentang Islam.Munafiq..
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ