Dunia

Partai China Ancam Anggotanya yang Beragama

Agama akan digunakan oleh musuh-musuh China menyulut separatisme di berbagai wilayah.

Selasa, 20 Desember 2011, 10:06 WIB
Denny Armandhanu
Salah satu penari pada peringatan 90 tahun Partai Komunis China. (Reuters/Jason Lee)

VIVAnews - Pemimpin Partai Komunis China memperingatkan anggotanya untuk tidak memeluk agama, jika tidak ingin mendapat hukuman. Ancaman ini menyusul semakin banyaknya anggota Partai Komunis yang memeluk agama dan melakukan praktek ibadah.

Menurut Zhu Weiqun, wakil ketua Departemen Persatuan Pekerja Lini Depan Komite Pusat Partai Komunis, anggota haruslah tetap atheis sesuai dengan teori, ideologi dan praktek paham Marxisme yang dianut partai. Zhu mengatakan agama akan dijadikan alat musuh-musuh China dalam menghancurkan pemerintahan.

"Partai akan melemah dalam menghadapi serangan separatisme. Musuh dari dalam dan luar negeri melakukan segala cara untuk menggunakan agama sebagai dasar aktivitas separatisme mereka di wilayah-wilayah etnis di China," kata Zhu, pada sebuah artikel di jurnal Partai Komunis, Qiushi, dilansir oleh Xinhua, Senin 19 Desember 2011.

Pernyataan Zhu ini menyusul banyaknya anggota partai yang menginginkan pencabutan larangan beragama bagi para anggota. Mereka mendata alasan dan keuntungan agama bagi para anggota partai, dan berargumen bahwa larangan beragama bertentangan dengan konstitusi China.

Zhu membantah argumen mereka. Dia mengatakan bahwa konstitusi memang mengatur kebebasan untuk beragama atau tidak beragama bagi seluruh rakyat China. Namun, jika rakyat bergabung dengan partai komunis, maka mereka harus menerima paham Marxisme secara total dan tidak boleh memeluk agama apapun.

Zhu juga menyayangkan banyaknya anggota partai yang ikut melakukan praktek keagamaan, berhubungan dekat dengan tokoh-tokoh agama dan bahkan memeluk agama. Jika beragama diperbolehkan di dalam tubuh partai, kata Zhu, maka partai akan terpecah secara ideologi dan teori.

"Anggota partai dilarang menggunakan kekuasaannya untuk menimbulkan fanatisme keagamaan dan turut membangun rumah ibadah. Jika mereka menolak tunduk dan tidak membenahi diri, maka akan dihukum," kata Zhu tanpa menyebutkan bentuk hukumannya.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
b4db0y
30/12/2011
Mendingan Mereka walaupun TIDAK BERAGAMA...TETAPI ANTI KORUPSI...LHA INDONESIA YANG KATANYA BERAGAMA...TAPI SENANG KORUPSI...PANTAS AJA INDONESIA TIDAK MAJU-MAJU...
Balas   • Laporkan
sugiono.gant | 24/04/2012 | Laporkan
stuju gan...
sang-ilalang
27/12/2011
hidup di atas bumi ciptaan Alloh..., masa mau bertingkah... yg bnar sja.. sombong kali orang2 itu...
Balas   • Laporkan
h3ru1981 | 30/12/2011 | Laporkan
mana nyambung mas, yang satu ngomong bumi ciptaan LLAH, yang di sono percaya Bumi emang udah ada dan nggak ada ALlah. ya kalo diketemuin ya mana nyambung mas. Frekuensi otaknya juga sudah beda mas
gazibu
23/12/2011
Yang ATHEIS, Benci Setengah Mati dengan tindakan Korupsi, Eh pemimpin kita yang Rajin dan Taat aturan Agama katanya,malah Setengah Hati menghadapi Korupsi
Balas   • Laporkan
hendra.harry
20/12/2011
biar kata atheis tp china tegas juga klu menghukum mati koruptornya & terpidana narkoba, tanpa ampun lg. baguslah..
Balas   • Laporkan
simadol
20/12/2011
kelak..manusia yang beragama akan di dibenarkan dengan ajaran yang di anutnya,sedangkan yang atheis akan di benarkan dengan perbuatannya..berbuatlah yang baik sesuai ajaran masing maasing...sebelum terlambat..peace..peace...
Balas   • Laporkan
Lakumdinukum waliyadin (Al Kafirun ayat 6) "Agamamu agamamu agamaku agamaku"
Balas   • Laporkan
jaguar
20/12/2011
Yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah, hanya Allah yang tahu dan akan menempatkan manusia seusai dengan tingkat keimanannya atau amal baiknya
Balas   • Laporkan
profit.izzudin
20/12/2011
Sungguh, sangat beruntung seorang yang masuk Islam, kemudian mendapatkan rezeki yang secukupnya dan Allah menganugerahkan kepadanya sifat qanaah (merasa cukup dan puas) dengan rezeki yang Allah Subhanahu wa Taala berikan kepadanya. (HR. Muslim, no. 1054).
Balas   • Laporkan
profit.izzudin
20/12/2011
wah pendukung komunis di Indonesia jg banyak ternyata... ancaman bagi NKRI
Balas   • Laporkan
gazibu | 23/12/2011 | Laporkan
Ancaman Nyata Bagi NKRI adalah KORUPTOR itu tak terbantahkan, dan jika di remove berarti admin pro Koruptor
gazibu | 23/12/2011 | Laporkan
Ya, jelas karena perlu anda ingat PKI oernah menempati Ranking 2 Nasional
koberkobere | 20/12/2011 | Laporkan
kalo pendukung komunis banyak ya pki atau penjelmaannya bakal muncul...bukan ancaman bagi nkri, kan mereka orang indonesia juga!
neosack
20/12/2011
china lebih mementingkan kerja keras bukan mementingkan agama, karena agama yang membuat kita rasis dan agama pula yang membuat manusia angkuh akan Tuhan nya.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ