Dunia

Pesan China ke AS: Urus Saja Ekonomi Sendiri

AS kian gusar karena selalu menderita defisit perdagangan yang besar dengan China

Senin, 21 November 2011, 15:07 WIB
Renne R.A Kawilarang
Presiden China, Hu Jintao, saat bertemu Barack Obama di Hawaii, AS (REUTERS/Larry Downing)

VIVAnews - Wakil Perdana Menteri China, Wang Qishan, hari ini mengingatkan bahwa ekonomi global kini berada dalam keadaan suram dan kemungkinan perlu ada "pemulihan yang timpang" sebagai pilihan yang terbaik.

Menurut kantor berita Reuters, penilaian Wang itu diutarakan saat bertemu dengan para pejabat ekonomi AS yang tengah berkunjung ke China. "Kondisi ekonomi global tetap suram dan menjamin pemulihan ekonomi adalah prioritas mutlak," kata Wang, yang memimpin delegasi China dalam perundingan ekonomi dan perdagangan dengan AS di Kota Chengdu. 

Pada Sabtu pekan lalu, Wang juga mengatakan bahwa resesi global sudah pasti muncul dan China harus berfokus menata masalahnya sendiri. Dalam pernyataannya hari ini Wang juga menegaskan bahwa Beijing harus terlebih dahulu menjamin pertumbuhan ekonominya sebelum berpikir pada masalah global.

Dengan kata lain, menjamin kuatnya ekonomi China akan membuat ekonomi dunia juga jadi lebih baik walau harus membuat AS terus menderita defisit dagang dengan negara komunis itu. "Pemulihan yang timpang akan lebih baik ketimbang resesi yang merata," kata Wang. "Sebagai ekonomi besar di dunia, China dan AS akan membuat sumbangan yang positif bagi dunia melalui pembangunan masing-masing," kata Wang.

Ekonomi China tengah melambat. Pada triwulan ketiga hanya 9,1 persen atau lebih rendah 0,4 persen dari triwulan sebelumnya dan 0,6 persen lebih sedikit dari tiga bulan pertama tahun ini. Namun, menurut standar Beijing, tingkat pertumbuhan ekonomi China itu rata-rata masih dalam batas normal.

Sementara itu, delegasi AS justru memperingatkan China agar tidak meremehkan makin gusarnya Washington atas kebijakan dan hambatan dagang dari Beijing. Kebijakan itu membuat defisit perdagangan AS dengan China makin besar. Salah satu penyebabnya adalah kurs yuan atas dolar yang masih dikendalikan China.

Dalam beberapa kesempatan terakhir, seperti di sela-sela pertemuan APEC dan KTT Asia Timur, Presiden Barack Obama dan para pejabatnya terus meminta China untuk menguatkan kurs yuan atas dolar agar produk-produk ekspor dari AS bisa jadi kompetitif. 

Sementara itu Menteri Perdagangan AS, John Bryson, menyatakan pada dasarnya mereka menyambut baik peningkatan kerjasama dengan China di bidang perdagangan dan investasi. "Namun, pada kenyataannya juga banyak pihak di AS, termasuk komunitas bisnis dan parlemen, yang memiliki pandangan yang kian negatif atas hubungan dagang kita ini. Mereka mempertanyakan apakah kerjasama ini mampu membuat kemajuan berarti," kata Bryson.

Washington pantas khawatir karena defisit perdagangan AS dengan China meningkat tajam. Pada 2010 jumlah defisit mencetak rekor sebesar US$273,1 miliar, naik dari sekitar US226,9 miliar pada 2009.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
tadzo
@Tadzo
22/12/2011
miskin aja suka sok ikut campur urusan negara laen,.. kasian banget tuch amrik,...
Balas   • Laporkan
pacman
22/12/2011
Nantinya amrik akn membawa dunia kembali pd hukum rimba... Krn pd kenyataan nya amrik itu udah bangkrut n miskin tp di lain sisi amrik punya stock senjata pembunuh yg melimpah ruah n itu akn di gunakan nya utk menodong dunia.
Balas   • Laporkan
pacman
22/12/2011
China udah merasakan kelicikan amrik saat membantu amrik yg nyaris bangkrut krn mengalami krisis keuangan di thn 2008... Licik sekali tuh amrik, dia bangun negaranya dgn utang di luar batas nalar manusia n membayarnya dgn emas papua.
Balas   • Laporkan
pakhasanudin
22/11/2011
Yang mendorong liberalisasi dan globalisasi perdagangan kan As dan Eropa, kalau komplain terus kan aneh. Mereka yang bikin ide tapi malah menjilat kata2 sendiri dengan terus meminta kelonggaran aturan di negara lain.
Balas   • Laporkan
sibarakaduk
21/11/2011
Penempatan militer AS seperti kata RI-1 untuk hadapi bencana adalah lelucon yg tak menghibur, Bila utk hadapi bencana knp AS tempatkan pesawat tempur F-22? Indonesia hrs melawan kebijakan paman sam ini krn bisa bawa kawasan ASEAN dalam perang dingin baru
Balas   • Laporkan
madara | 23/11/2011 | Laporkan
itu bisa saja terjadi jika AS memiliki rencana lain dibalik penempatan militer AS,..perlu jga diwaspadai,...
negara tukang ngerecokin negara lain bakal kena batunya
Balas   • Laporkan
madara | 23/11/2011 | Laporkan
pasti ituu,..siapa yg menabur angin, maka dia yg menuai badai,.
zulfi_jkt
21/11/2011
mampus amerika gitu ko sombong nempatin pasukan dimana2. ga malu sama china yang bisa bikin amerika bangkrut tanpa harus mengeluarka sebutir pelurupun apalagi nembati pasukan.
Balas   • Laporkan
usatop | 22/11/2011 | Laporkan
bisanya menghujat doank !
byu27 | 22/11/2011 | Laporkan
@jnck Menghujat serta berdoa agar dia benar.
jnck | 21/11/2011 | Laporkan
xixixi trus lo bisa apa? menghujat doank? worst
sadapbotul
21/11/2011
.." ...Presiden Barrack Obama dan pejabatnya terus meminta China untuk menguatkan kurs Yuan terhadap Dollar agar produk-produk Ekspor dari AS bisa jadi kompetitif." .. kasihan amat Amerika sampe "meminta" begitu sama China, ..
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ