Dunia

20 Jam Pertempuran Kabul, 27 Tewas

Sebagian besar korban sipil yang tewas adalah anak-anak.

Kamis, 15 September 2011, 11:55 WIB
Denny Armandhanu
Salah satu militan Taliban yang tewas di Kabul (REUTERS / Ahmad Masood)

VIVAnews - Baku tembak antara pasukan keamanan Afghanistan dan NATO dengan Taliban di Kabul berlangsung selama 20 jam. Pertempuran berakhir pada Rabu pagi, 14 September 2011, dengan terbunuhnya 27 orang yang terdiri dari militan, warga sipil dan polisi Afghanistan.

Berdasarkan laporan Jenderal Angkatan Laut Amerika Serikat John Allen, dilansir dari Associated Press, 11 di antara yang tewas adalah warga sipil, lebih dari setengahnya anak-anak. Sementara lima orang lainnya adalah polisi Afghanistan yang terlibat baku tembak.

Sebelas orang yang tewas sisanya adalah para militan Taliban. Tujuh di antaranya terbunuh pada penyerbuan NATO ke gedung tempat Taliban melancarkan serangan ke Kedutaan Besar AS. Empat militan lainnya tewas karena bom bunuh diri.

Duta Besar AS untuk Afghanistan, Ryan Crocker, mengatakan para pelaku kemungkinan adalah anggota jaringan Haqqani. Jaringan ini adalah sebuah kelompok teror Pakistan yang memiliki hubungan dengan Taliban dan al-Qaeda. Sarang kelompok Haqqani berada di wilayah barat Pakistan yang terkenal tidak bertuan.

Penyerangan kemarin, ujar Crocker, bertujuan untuk merusak rencana transisi pengamanan dari NATO ke tentara Afghanistan. Rencananya pasukan koalisi dan NATO yang dipimpin AS akan ditarik seluruhnya pada akhir tahun 2014. Crocker mengatakan serangan dari militan tidak akan mengganggu proses transisi. "Transisi akan dilakukan sesuai dengan jadwal," kata Crocker. (umi)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
julian
15/09/2011
why do you always give us news from reuters, BBC, and other colonial sources??? rather than news from the mujahidin??? don't you know that millions peoples of afghan have died for occupying lust from the USA and Its Allies??? where's your heart????
Balas   • Laporkan
clananjelanet | 27/09/2011 | Laporkan
Hey Julian, Our hearts just for Indonesia. for other nations, we can only say there will be peace in your country? Let us increase the educational and technological capabilities of the Islamic world, do not just bow down and worship, must be balanced with
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ