Dunia

Kedubes AS di Kabul Diserang Taliban

Teroris Taliban melancarkan serangan dari sebuah gedung yang sedang dibangun.

Rabu, 14 September 2011, 09:10 WIB
Denny Armandhanu
Aparat keamanan bertempur dengan Taliban di Kabul, Afghanistan. (REUTERS/Omar Sobhani)

VIVAnews - Gerombolan teroris Taliban menyerang ibukota Afghanistan, Kabul, menewaskan dua warga sipil dan dua polisi pada Selasa waktu setempat. Para teroris mengincar Kedutaan Besar AS dan beberapa kedutaan besar lainnya yang berdekatan.

Seperti diberitakan Reuters, 13 September 2011, beberapa militan Taliban menembakkan roket ke arah gedung Kedubes, sementara tiga orang pengebom bunuh diri mengincar wilayah barat dan bandara kota tersebut. Selain empat orang tewas, dilaporkan 23 warga sipil dan polisi juga terluka.

NATO mengatakan para teroris menguasai gedung bertingkat yang sedang dibangun dan menembakkan roket ke arah kedubes dan markas NATO dari tempat tersebut. Juru bicara Taliban Zahibullah Mujahid mengatakan tentara mereka menyerang menggunakan pelontar granat, rompi bom dan senapan otomatis AK 47.

Juru bicara Kedubes AS di Kabul, Kerri Hannan, mengatakan akibat serangan ke kantornya, tiga warga negara Afghanistan yang sedang mengurus visa dan seorang petugas keamanan terluka. Beruntung, tidak ada pegawai kedubes yang mengalami cedera.

Salah seorang pegawai kedubes AS yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan serangan Taliban tersebut sangat terencana. Dia mengatakan serangan datang dari setiap sudut gedung. Kedubes Inggris yang berada di dekat lokasi juga menjadi sasaran.

Menurut laporan juru bicara polisi Afghanistan, bom bunuh diri dilakukan di gerbang masuk kantor polisi sipil sebelah barat Kabul, menewaskan satu orang. Bom bunuh diri kedua terjadi di kantor polisi dekat sekolah Habibia, melukai empat orang. Bom bunuh diri ketiga dilakukan di jalanan dekat bandara, menewaskan seorang polisi. Di tempat ini ditemukan bahan peledak seberat 7 kg.

Pertempuran antara pasukan pemerintah dan NATO dengan para teroris berlangsung selama berjam-jam. Dua orang teroris tewas tertembak, sekitar tiga orang lainnya sedang dalam pengejaran aparat keamanan. Sekretaris Jenderal NATO, Anders Fogh Rasmussen, mengatakan serangan tersebut dimaksudkan untuk mengganggu rencana serah terima keamanan dari NATO ke militer Afghanistan.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
aesyapras
11/11/2011
hidup taliban. gw ga hbs pikir knpa AS slalu ikt campur urusan rmh tgga negara lain?mboknya urusin aja itu pengangguran yg bejibun, kisis yg ga slse, ga usah sok jd pahlawan dg merampok negara mslim deh
Balas   • Laporkan
tiangjemuran | 12/01/2012 | Laporkan
setuju...
ikaza
14/09/2011
Semoga AS tahu diri
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ