Dunia

Surat Anak Indonesia Membuat Jepang Terharu

"Saya juga pernah kena gempa tahun 2006, saya kehilangan rumah dan tidak mempunyai ibu."

Sabtu, 11 Juni 2011, 06:50 WIB
Denny Armandhanu, Indrani Putri
Surat dari anak-anak Aceh, sebagai bentuk simpati atas tsunami Jepang. (VIVAnews/ Denny Armandhanu)
VIVAnews - Duta Besar Jepang untuk Indonesia yang baru, Yoshinori Katori, mengaku sangat terharu dengan simpati yang diberikan anak-anak Indonesia kepada Jepang terkait bencana tsunami yang baru saja menghantam negara itu Maret lalu.

"Kami menerima banyak sekali dukungan dari masyarakat Indonesia. Banyak sekali anak-anak Indonesia yang mengirimkan surat berisi dukungan yang sangat menyentuh hati kami," kata Katori.

Dalam konferensi pers pertamanya sebagai duta besar, kemarin, Katori membacakan sebuah surat yang dikirimkan oleh para pelajar sebuah SMP di Aceh kepada para korban tsunami. Aceh sendiri pernah diterjang tsunami pada 2004 silam, lebih dari 120.000 orang tewas.

"Aceh mencintai kalian. Kalian tak sendiri. Jika kalian sedih, kami turut sedih. Jika kalian senang, kami turut senang. Jika kalian tertawa, kami turut tertawa. Tetap semangat! Gambare!" ujar Katori membacakan surat dari pelajar Aceh.

Surat simpati juga datang dari seorang bocah korban gempa bumi Yogyakarta 2006 lampau. Bocah ini adalah salah satu anak di panti asuhan Arrahmah di Yogya. Katori kembali membacakan surat tersebut.

"Saya juga pernah kena gempa tahun 2006, waktu itu saya kehilangan rumah dan tidak mempunyai ibu," kata dia.

"Walaupun cobaan datang, kami masih tetap semangat untuk belajar. Kami yakin, kalian juga bisa membangun rumah kalian. Pesan saya untuk kalian: tetap semangat dan tunjukkan kalian bisa membangun negara kalian!" Tulis surat tersebut.

Gempa bumi 9 skala Richter disusul tsunami meluluhlantakkan wilayah timur Jepang. Korban tewas dilaporkan mencapai puluhan ribu orang. Menurut data World Bank, total kerugian yang dialami oleh Jepang adalah US$235 miliar atau sekitar Rp2.000 triliun, yang menjadikan bencana Jepang sebagai bencana termahal sepanjang sejarah. (umi)

• VIVAnews
Rating
Komentar
thomaserikthio
30/06/2011
Seluruh Penduduk Bumi harus bersatu padu dalam menanggulangi masalah2 yang terjadi. Kita menempati bumi yang satu.Kita semua harus bisa menjalin kerjasama dengan tulus hati. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang suka menolong.
Balas   • Laporkan
ABIMANYU
12/06/2011
SALUT DENGAN ANAK2 INDONESIA YG MASIH PUNYA RASAI SIMPATI DENGAN PARA KORBAN TSUNAMI JEPANG, MUDAH2AN HATI NURANI KALIAN TETAP TERJAGA DAN TERPELIHARA HINGGA KELAK.
Balas   • Laporkan
aksaraumri.com
11/06/2011
jadi terharu...hikz..hikz..(Peluang Usaha 20 jt/bln visit aksaraumri,com)
Balas   • Laporkan
sennafeelfree
11/06/2011
nice ! sampe merinding bacanya..
Balas   • Laporkan
mithajannah
11/06/2011
Walaupun kita berjauhan...tapi ita bisa tetap mendukung satu sama lain... great job...salut dengan anak Indonesia...
Balas   • Laporkan
Alhamdulillah... Masih ada rasa simpati yang datangnya malah dari anak2 yatim piatu. Mereka menunjukkan rasa kasih sayang kepada seluruh umat manusia yang terkena musibah. Tidak seperti orang2 pemerintahan kita yg masih cuek. Cuma mau keruk uang rakyat.
Balas   • Laporkan
apws
11/06/2011
Syukur negeri ini masih punya hati nurani untuk bersimpati & beempati dengan orang lain yg kesusahan yaitu anak-anak tapi tidak dengan para pejabat & Koruptor
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ