Dunia

Orang Kedua Al-Qaeda Puji Osama bin Laden

"Osama kembali ke sisi Tuhannya sebagai martir karena berani berkata tidak kepada AS."

Kamis, 9 Juni 2011, 09:39 WIB
Denny Armandhanu
Ayman al-Zawahri (AP Photo)

VIVAnews - Orang kedua al-Qaeda meluncurkan sebuah video propaganda yang disebarkan di laman-laman ekstremis. Dalam video ini, dia menyanjung almarhum Osama bin Laden karena telah berani melawan Amerika Serikat dan antek-anteknya.

Dilansir dari laman CNN, Rabu, 8 Juni 2011, tangan kanan Osama dalam jaringan al-Qaeda, Ayman al-Zawahri, tampil dalam video pertama al-Qaeda pasca kematian Osama. Dalam video berdurasi setengah jam tersebut, Zawahri memuji kematian Osama sebagai mati syahid.

"Osama kembali ke sisi Tuhannya sebagai martir karena berani berkata tidak kepada Amerika Serikat," ujar Zawahri.

Osama tewas pada penyerbuan tentara AS ke rumah persembunyiannya di kota Abbottabad, Pakistan, pada 2 Mei 2011. Mayatnya oleh AS dilarung ke laut, khawatir jika dikubur makamnya akan dikultuskan oleh para pengikutnya.

Dalam videonya, Zawahri mempertanyakan cara AS dalam memusnahkan jenazah Osama. Menurutnya cara tersebut bertentangan dengan hukum Islam yang mewajibkan seseorang dikubur di dalam tanah.

"Islam seperti apa yang mereka bicarakan? Ini Islamnya Amerika atau Islam versi Obama?" tegas Zawahri.

Zawahri juga mengkritik pemerintahan Pakistan yang tidak tegas terhadap AS. Hubungan AS dan Pakistan sempat menegang, karena beberapa pihak  di AS menuduh Pakistan turut andil dalam menyembunyikan Osama bin Laden.

"Amerika bukan mengincar individu atau kelompok, tapi seluruh negara Islam yang bangkit dari abu setelah berjihad melawan para pemimpinnya," katanya merujuk pada revolusi yang tengah terjadi di Timur tengah dan Afrika.

Terdapat beberapa nama di tubuh al-Qaeda yang disebut-sebut akan menggantikan posisi Osama bin Laden sebagai pemimpin. Zawahri sebagai orang kedua di jaringan militan tersebut memiliki peluang besar dalam memegang tampuk pimpinan. Namun, dalam videonya, dia tidak menyinggung masalah ini.

"Melegakan melihat Zawahiri tidak mengatakan bahwa dia telah memimpin kelompok ini. Berarti, masih ada perbedaan pendapat di tubuh al-Qaeda mengenai siapa pemimpin berikutnya," ujar analis CIA yang tidak ingin disebutkan namanya, dilansir dari laman Washington Post. (eh)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ