VIVAnews - Bakteri E Coli yang menjangkiti ribuan orang dan menewaskan puluhan lainnya di negara-negara Eropa, diduga berasal dari tanaman tauge yang berasal dari Jerman. Tauge ini sudah tersebar ke berbagai restoran di seantero negeri.
Hal ini disampaikan Menteri Pertanian Jerman untuk wilayah Lower Saxony, Gert Lindemann, sebagaimana dilansir CNN, Minggu, 5 Juni 2011. Dia mengatakan ada kaitan langsung antara para penderita awal bakteri E Coli dengan tauge yang ditanam di kota Bienenbuettel, distrik Uelzen. "Banyak indikasi dalam beberapa jam terakhir yang mengarah ke perusahaan ini."
Sebelumnya, dua orang pekerja di perusahaan ini terkena diare akut akibat mengkonsumsi tauge yang mereka hasilkan.
Lindemann mengatakan bahwa berdasarkan penelitian terdapat kandungan E coli mematikan pada tauge. Belum ditemukan bagaimana bakteri yang menyerang sistem pencernaan ini bisa menempel di tauge yang ditanam dalam sebuah drum ini.
Petugas yang menyisir perusahaan tersebut tidak menemukan adanya kandungan E coli. Diduga, tauge mengandung E coli sudah terlanjur tersebar di beberapa restoran dan kafe di Jerman. Tanaman ini biasanya digunakan sebagai campuran untuk salad.
Saat ini, bakteri E coli sudah menjangkiti lebih dari 2.200 orang di 12 negara Eropa, 22 di antaranya meninggal dunia. Diduga, wabah belum mencapai puncaknya dan masih akan terus bertambah.
Korban yang terjangkiti akan mengalami diare akut. Pada kasus terparah, mereka mengalami gagal ginjal dan berakhir dengan kematian. Awalnya, mentimun asal Spanyol diduga menjadi penyebab wabah ini. Namun, setelah dilteliti bakteri E coli pada mentimun ternyata tidak mematikan. (kd)