Dunia

Stephen Hawking: Surga Itu Dongeng

Otak manusia itu seperti komputer yang berhenti bekerja ketika komponen-komponennya gagal.

Senin, 16 Mei 2011, 11:46 WIB
Ita Lismawati F. Malau
Stephen Hawking (AP Photo/Lawrence Jackson)

VIVAnews - Pakar kosmologi Stephen Hawking kembali membagi pemikiran 'nyentrik'-nya mengenai kematian. Sebelumnya, pemikiran Stephen yang mengeliminasi peran Tuhan dalam penciptaan alam semesta, menuai kontroversi.

Dalam wawancara dengan Guardian, Hawking menilai kepercayaan manusia akan surga dan kehidupan setelah kematian alias akhirat hanyalah dongeng orang-orang yang takut kematian.

Dalam penolakannya akan kenyamanan agama, Hawking menambahkan tak ada apapun yang menunggu manusia saat otak 'berkedip' untuk terakhir kalinya.

Hawking didiagnosa menderita penyakit neurone motorik di usia 21 dan divonis takkan hidup lama. Alih-alih membuat hidupnya di bawah awan gelap, Hawking mengaku penyakit ini malah jadi momentumnya untuk menikmati hidup.

"Saya sudah hidup dengan prediksi segera mati selama 49 tahun. Saya tidak takut mati, tapi saya pun tidak akan terburu-buru mati. Masih banyak yang harus saya lakukan," katanya.

Lebih lanjut, Hawking menyatakan bahwa otak manusia itu seperti komputer yang berhenti bekerja ketika komponen-komponennya gagal. "Tidak ada itu surga dan kehidupan setelah mati bagi komputer rusak. Itu dongeng bagi manusia yang takut kegelapan," tambahnya.  

Buku teranyar Hawking, Grand Design, memicu kontroversial. Dalam buku ini Hawking menilai Tuhan tidak ikut campur dalam pembentukan alam semesta. Hal ini memicu reaksi, terutama dari kalangan agamawan, termasuk kepala rabi, Lord Sacks, yang menuduh Hawking telah melakukan kesalahan fundamental dalam logika.

Ahli fisika berusia 69 tahun itu sakit parah setelah tur ceramah di Amerika Serikat pada 2009. Dia sempat dilarikan ke rumah sakit Addenbrookes. Kini, dia kembali jadi Direktur Riset di Canbridge.

Dalam wawancara ini, Hawking lebih memilih menekankan potensi manusia di Bumi dengan memanfaatkan hidup sebaik-baiknya. Menjawab pertanyaan, bagaimana seharusnya kita hidup, Hawking menjawab simpel," kita harus mencari nilai terbesar dari tindakan kita." (umi)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
liem85
06/01/2012
pertanyaan yg simpel buat hawking : trus yg ciptain otak dan tubuhnya siapa? apa dia tiba2 muncul sendiri? kalo dia merasa pintar dan anggap Tuhan gak ada bisa gak dia ciptain yg simple dl aja "rambut" misalnya
Balas   • Laporkan
Insan Agung
09/09/2011
1. Stephen Hawking mempercayai bahwa konsep surga hanyalah sebuah 'cerita dongeng' bagi orang yang takut mati. Jawaban: Orang (manusia) ada yg takut mati & ada yang tidak takut mati: - Bagi yang takut mati ada yg mempercayai konsep surga & ada yg tidak
Balas   • Laporkan
anymouse dandara
25/05/2011
pemikiran kita sama, namun anda lebih beruntung dalam hal posisi steven hawking.. mari kita bersama-sama bongkar kejujuran yg ada dikehidupan ini. lanjutkan
Balas   • Laporkan
zorong
20/05/2011
Menurut dia surga itu hanya ada dalam angan2 manusia yang masih hidup jadi belum bisa dibuktikan apa surga itu ada. Bagaimana dia bisa membuktikan ...khan dirinya belum mati.
Balas   • Laporkan
Hawking itu sudah lemah dan tak berdaya,hanya org bodoh yg masih mganggap Dia ilmuwan.
Balas   • Laporkan
zorong | 20/05/2011 | Laporkan
Mr Hawking itu merasa dirinya jenius bro, karena itu dia menganggap dirinya hebat bisa mengetahui segala hal, coba anda tanyakan kepadanya kapan dia mati pasti jawabannya.....I don't know hehehe
Muchib
17/05/2011
Sepertinya dia belum pernah mempelajari agama tentang penciptaan alam semesta beserta isinya, juga hakikat keunggulan manusia yang diberi akal melebihi komputer. salah jika kita disamakan dengan komputer yang tidak punya hati.
Balas   • Laporkan
farid97
16/05/2011
semoga cepet mati biar dia bisa buktiin omongan nya itu,hidup lbh lama malah bikin prang sesat,frustasi krn saya yakin dia meyakini adanya Tuhan,hanya sandiwara saja,sembunyi dibalik penyakit,padahal dia takut banget,neraka menunggu nya.!!
Balas   • Laporkan
zulfi_jkt
16/05/2011
dia kan atheis..
Balas   • Laporkan
zorong | 20/05/2011 | Laporkan
Bukan atheis tapi agnotis serupa tapi ndak sama, kalo agnotis baru percaya sesuatu apabila dapat dibuktikan, kalau atheis tidak percaya kepada sesuatu yang tidak nyata
justiceall
16/05/2011
Harusnya kita malah kasian dgn hawking sdh diberi "kenikmatan" hidup seperti itu saja msh tdk percaya adanya Sang Pencipta,
Balas   • Laporkan
qunyukrawun
16/05/2011
Menurut saya, hidupnya mebuktian Tuhan itu ada, tapi frustasi dan kesombongan menabirinya. Semoga Allah memberi hidayah kepadanya. Sebagai ilmuwan dia hebat.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ