Dunia

Burung Pencuri Es Krim Babak Belur

Dia terpaksa dibunuh agar tidak menderita terlalu lama setelah salah satu sayapnya patah

Rabu, 14 Januari 2009, 22:19 WIB
Renne R.A Kawilarang, Harriska Farida Adiati
Membakar kandang unggas, memusnahkan flu burung (Antara/ R Rekotomo)

VIVAnews - Seekor burung camar langka terpaksa dibunuh agar tidak menderita terlalu lama (eutanasia) karena salah satu sayapnya patah. Pasalnya, burung Heermann yang merupakan camar terindah di Amerika utara ini mencoba "merebut" es krim istri Dragan Djuric, warga Wichita, Kansas, Amerika Serikat.

Polisi pantai Laguna, California, menuturkan kronologi kejadiannya. Ceritanya, pada malam tahun baru lalu, Dragan Djuric dan istrinya makan es krim di atas papan seluncur di Main Beach. Tiba-tiba, sekawanan burung camar menyerang mereka.

Seekor camar menyerang kepala istri Djuric dan mencoba merebut es krim yang sedang dipegangnya. Djuric pun naik pitam.

Pasangan itu menjatuhkan es krim, lalu Djuric dengan menggunakan tongkat, mulai memukuli burung-burung camar itu.  Seekor camar mengalami patah sayap. Agar deritanya tidak berkepanjangan, burung malang itu dieutanasia. Djuric sempat ditahan karena dugaan tindak kekerasan pada hewan, tetapi kemudian dibebaskan.
 
Organisasi lingkungan nirlaba Audubon Society memasukkan camar Heermann dalam daftar hewan yang berbahaya. Camar Heermann secara mengejutkan tergolong sangat agresif. Burung yang sering terbang di atas Samudra Pasifik ini mencuri ikan dari pelikan dan mengejar burung lain untuk merebut hasil buruan mereka. Populasi Heermann diperkirakan sebanyak 525.000 ekor. (AP)

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ