Dunia

Liput Demo Mesir, Reporter TV Dilecehkan

Lara Logan trauma berat. Setelah kembali ke AS, ia sempat dirawat 4 hari di rumah sakit.

Jum'at, 29 April 2011, 21:48 WIB
Elin Yunita Kristanti
Lara Logan (CBS) (CBS)

VIVAnews - Pekerjaan sebagai jurnalis mengandung banyak sekali risiko. Ini juga yang dialami Lara Logan, reporter televisi Amerika Serikat, CBS. Ia mengalami pelecehan seksual ketika meliput aksi demonstrasi di Mesir, menuntut penggulingan Hosni Mubarak.

Setelah sekian lama diam, Logan akhirnya mengungkap pengalaman traumatisnya itu pada dunia. Perempuan 40 tahun itu berada di Lapangan Tahrir saat insiden itu terjadi. Ia sedang melakukan reportase untuk program '60 Minutes'. Kala itu, ia dikerumuni 200-300 pria, beberapa dari mereka menyerangnya.

"Tak ada keraguan di benakku saat itu, aku akan mati," kata Logan dalam wawancara program '60 Minutes' yang akan ditayangkan Senin mendatang. "Tak hanya sekedar mati, aku merasa sedang mengalami siksaan mematikan, yang terasa seperti selamanya."

Reporter kelahiran Afrika Selatan ini adalah salah satu koresponden perang terkemuka Amerika Serikat. Reputasinya itu yang membuat dia dikirim ke Mesir.

Diceritakan Logan, kala itu ia sedang mewawancarai warga Mesir soal lengsernya Hosni Mubarak. Juru kamera sedang menganti baterai alat rekamnya. Tiba-tiba, salah satu kru dari Mesir mendengar sejumlah orang dalam kerumunan massa mengatakan mereka ingin melucuti celana panjangnya.

"Ia lantas memperingatkan kami, 'kita harus segera ke luar dari sini'," kata Logan. "Saat itu, massa menatap saya dan selama jangka waktu tertentu, "'memperkosa' saya dengan tangan mereka."

Satu setengah jam kemudian, Logan diselamatkan oleh beberapa orang Mesir dan tentara. Ia lalu diterbangkan ke AS dan harus menjalani perawatan selama empat hari.

Meski trauma, ia memutuskan untuk mengungkapnya. Serangan yang ia alami justru membuka matanya. Sebelum jadi korban, Logan mengaku tak menyadari tingkat pelecehan yang dialami oleh perempuan di Mesir dan di negara lainnya.

"Perempuan dilecehkan, ruang publik bukan milik kaum kami, tapi di bawah kontrol pria. Hal ini menegaskan kembali adanya penindasan laki-laki dalam masyarakat."

Logan mengatakan kepada Times, bahwa setelah wawancara dalam '60 Minutes' ia tak akan lagi bersedia diwawancara untuk masalah yang sama.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
blackwidow16
09/05/2011
Seharusnya wartawan pria aja yang diizinkan utk meliput perang2. tapi kita ga tau juga ya apakah AS memang sengaja mengirimkan wartawati ke daerah konflik agar jika terjadi kasus pelecehan tsb AS dpt menyalahkan negara konflik tsb.. gtw juga yaaa...
Balas   • Laporkan
diediet2002
30/04/2011
aku saranin buat semua reporter dan wartawan media cetak maupun elektronik harus bisa memahami medan yang akan di expose. mungkin kalo logan berpakaian layaknya kaum perempuan mesir hal itu gak akan terjadi. di mana bumi di pijak di situ langit di junjung
Balas   • Laporkan
fahmipetrucci | 30/04/2011 | Laporkan
wah saya setuju nih dgn pendapat @dietdiet2002..coba kalo pake kerudung mana mungkin dilecehkan....salah sendiri pake pakean seksi secara tidak langsung melecehkan diri sendiri..
mbokmikir
30/04/2011
sudah jatuh, tertimpa tangga. sudah dilecehkan, masih juga difitnah. kemana perginya nurani?
Balas   • Laporkan
wong_alit | 01/05/2011 | Laporkan
@mbokmikir:Sudah resiko tugas wartawan di medan yg bergolak, kalo mo aman jadi ibu rumah tangga aja... diem di rumah...
fahmipetrucci | 30/04/2011 | Laporkan
@mbok mikir...halah,,kalau emg mau di usut mbok ga usah pake mikir jg udah pada tau di arab saudi,,di malaysia..jg begitu..yg jadi pertanyaan kenapa harus MESIR??mentang2 mereka menolak mentah2 kerjasama dgn AS?
rada_edan
30/04/2011
Selanjutnya bagaimana?
Balas   • Laporkan
coba_ingeti
30/04/2011
dasar as cari2 kesalahan aj...
Balas   • Laporkan
fahmipetrucci | 30/04/2011 | Laporkan
@mbok mikir...halah,,kalau emg mau di usut mbok ga usah pake mikir jg udah pada tau di arab saudi,,di malaysia..jg begitu..yg jadi pertanyaan kenapa harus MESIR??mentang2 mereka menolak mentah2 kerjasama dgn AS?
mbokmikir | 30/04/2011 | Laporkan
apa gunanya as cari2 kesalahan? jangan2 hasil as cari2 kesalahan juga adanya berita TKW disiksa dan diperkosa??? saran ane pd ente ... mbok mikir
fahmipetrucci
30/04/2011
kok baru diungkapin skg??kemaren2 kemana??mentang2 mesir udah menjalin hubungan dengan iran,,akan membuka blokade gaza,menyetujui kesepakatan hamas dan fatah...memberhentikan pasokan gas ke israel,,dan menolak kerjasama dgn israel..trik KOTOR AS..
Balas   • Laporkan
mbokmikir | 30/04/2011 | Laporkan
ini yg ingin diungkap loga : "Perempuan dilecehkan, ruang publik bukan milik kaum kami, tapi di bawah kontrol pria. Hal ini menegaskan kembali adanya penindasan laki-laki dalam masyarakat."
bynorman
30/04/2011
Lagian, ngapain ceweq berani2 nya berbaur saat keadaan ga jelas. Di negara orang lagi...!!! Sama aja bunuh diri...!!
Balas   • Laporkan
fahmipetrucci | 30/04/2011 | Laporkan
betul...
ariesprahara | 30/04/2011 | Laporkan
setuju bung....cari penyakit di negara yang memamng berpenyakit dan lagi horni kenceng
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ