Dunia

WikiLeaks: AS dan China Bahas Reformasi TNI

AS menilai China bisa memberi pengaruh bagi pembangunan di Indonesia

Rabu, 15 Desember 2010, 09:20 WIB
Renne R.A Kawilarang
Pasukan TNI (VIVAnews/Adri Irianto)

VIVAnews - Amerika Serikat (AS) dan China turut berkepentingan atas reformasi di tubuh Tentara Nasional Indonesia (TNI). Transparansi militer Indonesia dipandang bisa mendorong sekaligus memperkuat transparansi di tubuh pemerintah dan masyarakat di negeri ini.

Demikian laporan hasil percakapan antara pejabat AS dan China. Laporan itu ditulis dalam memo diplomatik dari Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Beijing ke Departemen Luar Negeri di Washington DC, Maret 2007, yang bocor di laman WikiLeaks, 12 Desember 2010.

Bernomor referensi 07BEIJING1448, memo berkatagori rahasia itu merekam pembicaraan antara Asisten Menteri Luar Negeri (Menlu) China, Cui Tiankai, beserta Direktur Jenderal urusan Asia, Hu Zhengyue, dengan kolega mereka dari AS, Deputi Asisten Menlu AS urusan Asia Timur dan Pasifik, Eric John, di Beijing pada 5 Maret 2007.

Mereka membicarakan isu-isu di Asia Tenggara, seperti masalah demokrasi Myanmar dan keamanan di kawasan itu. Para pejabat dari kedua negara juga membicarakan situasi di Indonesia.

John menekankan kepada Hu bahwa AS dan China harus bekerja sama untuk mendorong demokratisasi, pertumbuhan ekonomi, dan anti terorisme di Indonesia.  demikan penggalan memo itu.

John, yang sejak Oktober 2007 diangkat menjadi Duta Besar AS untuk Thailand, juga menilai kendati Presiden Susilo Bambang Yudhoyoho telah mengambil sejumlah langkah positif, AS dan China harus mendorong Indonesia untuk melakukan transparansi, akuntabilitas, dan reformasi militer yang lebih optimal.  

Menurut John, Beijing harus bergabung dengan Washington dalam mendorong adanya tata kelola dan akuntabilitas yang lebih baik dalam militer Indonesia, yaitu TNI.

"Transparansi di dalam TNI akan memperkuat dan mendorong transparansi di dalam pemerintahan dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Ini penting untuk daya tarik investasi asing," demikian perkataan John kepada Hu yang dikutip memo itu.

"Kita juga harus mendorong reformasi dalam peraturan tenaga kerja dan investasi, begitu pula dengan penegakan hukum atas peraturan-peraturan itu," lanjut memo tersebut. 

China dipandang bisa memberi pengaruh bagi "arahan umum" pembangunan di Indonesia. Namun, kepada John, Hu mewanti-wanti bahwa Beijing harus bersikap sensitif atas realitas politik terkait dengan nasib populasi warga keturunan China di Indonesia.

Beijing, dalam memo itu, merasa "tidak terkesan" terhadap sejumlah presiden yang memimpin Indonesia setelah krisis keuangan Asia di akhir dekade 1990-an. Namun, China merasa senang atas kemajuan yang dibuat Presiden Yudhoyono sejak memerintah pada 2004, demikian kata Hu. 

Seperti yang dilaporkan di memo diplomatik itu, Hu mengungkapkan keinginan China untuk mendorong Islam yang moderat di Indonesia, dengan mendorong interaksi dengan 20 juta umat Muslim di Tiongkok.

Dalam beberapa tahun terakhir, AS dan China telah berkoordinasi dalam memberi bantuan kepada Indonesia terkait dengan sejumlah bencana alam. Bagi Beijing, kerjasama demikian bisa menjadi model bagi kemitraan di tingkat regional. (kd)

• VIVAnews
Rating
Komentar
prabu ijay
01/01/2011
memo rahasia ko bisa bocor? aneh ngga c? kalo sebatas obrolan "ringan" gitu c di forum dunia yg lain jg sering dibahas x... dibikin kesan seolah2 infonya bocor dan seolah2 AS & China itu bgitu perhatian dan membela negara dunia ketiga sperti Indonesia.cuh
Balas   • Laporkan
adi.daonk
15/12/2010
luar negeri aj tau..mau nyangkal apalagi..untuk POLRI jg mahon lebih di reformasi pak biar lbih profesional..yg ga pernah mau di salahin..biar ga rakyat terus yg di salahin..!!!
Balas   • Laporkan
putra
15/12/2010
tegas lah dalam bersikap wahai presidenku, jangan mau negara kita dikuasai oleh negara lain..kerja sama dengan negara lain oke..asal jangan warga indonesia menjadi tumbal demi segelintir kepentingan klu boleh usul tirulah sikap tegas presiden iran
Balas   • Laporkan
Imam
15/12/2010
Uruslah negerimu sendiri, dan SBY jangan mo disetir pihak asing no........... Jangan hanya dengan puji-pujian itu merasa senang. Mereka semua penjajah. Hati Pak SBY!
Balas   • Laporkan
M. Mahfudz
15/12/2010
Kita Patut berbangga hati karena Pemimpin kita mendapat simpati dari negara2 besar seperti AS & China, Namun yang perlu dicatat adalah agar jangan sampai Pemimpin kita justru diatur oleh meraka atau bahkan menjadi kaki tangan mereka. Merdeka !!!
Balas   • Laporkan
sibarakaduk
15/12/2010
kayaknya menarik untuk jadi kajian nich, mesranya tiongkok dan pam sam dalam menilai TNI, ada apa dibalik semua ini, semata hubugan investasi atau apa... wikileaks, bocorin lagi dong memo top secret tentang indonesia
Balas   • Laporkan
iduy
15/12/2010
Lambat tapi pasti ,,tidak bisa di pungkiri,,kita bakal di kuasai cina...
Balas   • Laporkan
Weird
15/12/2010
Koq bisa Cina dan USA bahas demokratisasi di Indonesia ??? Lah Cina aja komunis, seakan-akan nambah sekutu USA dong.
Balas   • Laporkan
tungtang
15/12/2010
"Negara china disuruh memberi arahan umum kpd indonesia" --> Negara kita memang sudah dalam genggaman CHina dan AS.
Balas   • Laporkan
pras
15/12/2010
jangan percaya pada AS dan Cina, mereka ingin menjadikan indonesia sebagai ladang..intrik-intrik politik mereka lancarkan,semakin banyak bantuan bukannya membantu indonesia, tetapi menambah ladang korupsi, bagi pejabat-pejabat yang berperut besar
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ