Dunia
Bocoran Wikileaks

Hina Negara Tetangga, Ini Jawaban Singapura

Bagi Singapura, bocoran itu tidak menyuguhkan konteks secara penuh dan dari pihak ketiga

Selasa, 14 Desember 2010, 10:33 WIB
Renne R.A Kawilarang
Tampilan Laman Wikileaks atas Bocornya Dokumen Rahasia AS (Wikileaks)

VIVAnews - Pemerintah Singapura, melalui pernyataan jurubicara Kementrian Luar Negeri, tidak mau menanggapi kabar dari media massa Australia, yang mengklaim  mendapatkan bocoran dari WikiLeaks mengenai laporan diplomatik AS atas penilaian kalangan pejabat Singapura tentang negara-negara tetangga mereka.

Seperti dikutip laman stasiun televisi Channel News Asia, Senin 13 Desember 2010, Kementrian Luar Negeri Singapura hanya menyatakan bahwa informasi dari WikiLeaks itu merupakan interpretasi AS atas percakapan terbatas (confidential conversation) yang tidak menyuguhkan konteks secara penuh atas isu yang disinggung dan, dalam beberapa kasus, berdasarkan sumber-sumber pihak ketiga.

Jurubicara itu menyatakan tidak heran bila Singapura, sebaliknya, juga bakal menjadi bahan omongan dari negara-negara lain. Menurut dia, ada begitu banyak memo diplomatik AS dari mancanegara yang diklaim bocor oleh WikiLeaks.

"Seperti yang saya utarakan sebelumnya, Kementrian Luar Negeri tidak mengomentari bocoran-bocoran [informasi]," tutur jurubicara yang tidak disebutkan identitasnya itu.

Dia menegaskan bahwa Singapura telah memiliki hubungan jangka panjang dan positif dengan semua negara tetangga. Semua hubungan itu, kata dia, dibina berdasarkan kepentingan masing-masing, dan bukan berdasarkan omongan atau gosip.
 
Sebelumnya, media massa Australia mengungkapkan bahwa sejumlah pejabat tinggi Kementrian Luar Negeri Singapura disebut-sebut pernah mengejek sejumlah negara tetangga.
 
Malaysia dilihat sebagai negara yang mengalami situasi bahaya berkat para politisi yang tidak kompeten. Thailand bermasalah dengan korupsi dan putra mahkotanya "yang aneh." Jepang pun dianggap "pecundang gendut," sedangkan India disebut "bodoh."

Demikian menurut kesan sejumlah pejabat tinggi Singapura, berdasarkan informasi yang dikirim WikiLeaks secara eksklusif kepada surat kabar Australia, The Sunday Age. Informasi itu diklaim berasal dari memo diplomatik Amerika Serikat (AS) yang bocor ke WikiLeaks.

Memo itu berupa laporan diplomat AS mengenai pertemuan antara pejabat mereka dengan sejumlah petinggi Singapura dari Kementrian Luar Negeri. Mereka yaitu Peter Ho, Bilahari Kausikan, dan Tommy Koh, yang menduduki posisi penting di Kementrian Luar Negeri Singapura selama 2008-2009.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
jajak
14/12/2010
di indonesia ada jga gan www.indoleaks.org hoho
Balas   • Laporkan
datuak
14/12/2010
indonesia apa ya, julukannya.......
Balas   • Laporkan
lilian george | 15/05/2011 | Laporkan
Negara Koruptor tertinggi, Negara polusi tertinggi, Negara dengan mayoritas terjorok gaya hidup penduduknya, dan pengikut teroris jihad yang terbodoh sedunia. Ini adalah FAKTA
wirasada | 14/12/2010 | Laporkan
Zamrud khatulistiwa....bung!!!
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ