Dunia

Larangan Merokok Kurangi Penderita Jantung

Jumlah orang yang dirawat karena sakit jantung di kota Pueblo, AS, turun 41% dalam 3 tahun

Jum'at, 2 Januari 2009, 15:11 WIB
Renne R.A Kawilarang
Unjuk rasa tolak rokok (ANTARA/Rosa Panggabean)

VIVAnews - Sejak larangan merokok di gedung-gedung perkantoran diberlakukan, jumlah kasus penyakit jantung berkurang. Itulah kebaikan yang melanda kota Pueblo, di negara bagian Colorado, Amerika Serikat (AS).

Pemerintah setempat, melalui hasil penelitian yang diumumkan Rabu 31 Desember 2008 waktu setempat, menunjukkan bahwa jumlah orang yang dirawat karena sakit jantung menurun drastis sebanyak 41 persen dalam tiga tahun terakhir, atau sejak dimulainya penerapan larangan merokok di tempat-tempat kerja. Berbeda dengan dua tetangga kota Pueblo dimana tingkat kasus gangguan jantung masih belum menurun karena belum ada larangan merokok. 

Sebelum ada larangan tersebut, jumlah penderita serangan jantung untuk warga golongan "perokok pasif" (seseorang yang tak sengaja atau terpaksa menghirup asap rokok dari si perokok) tergolong tinggi.

"Penelitian ini sangat dramatis," kata dr. Michael Thun, peneliti dari The American Cancer Society. "Ini membuktikan bahwa undang-undang bebas-rokok merupaka salah satu cara yang paling efektif dan efisien untuk mengurangi kasus serangan jantung," kata Thun, yang tidak terlibat dalam penelitian yang dilakukan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC). 

Larangan tersebut tidak hanya ditujukan untuk mengurangi jumlah perokok aktif namun juga mereka yang menjadi perokok pasif. Menurut data CDC, di AS, para perokok pasif setiap tahun menjadi penderita dari 46.000 kasus serangan jantung dan 3.000 kanker paru-paru. (AP)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau