VIVAnews - Pendeta asal Florida, Amerika Serikat, Terry Jones mengurungkan rencana membakar Alquran pada peringatan 11 September, Sabtu pekan lalu. Namun rencana yang dikecam dunia itu tetap dijalankan oleh pendukungnya.
Pendeta Bob Old akhirnya melaksanakan aksinya pada Sabtu 11 September 2010 di Tennessee, Amerika Serikat. Bersama dengan pendeta Danny Allen, Old melakukan aksinya di hadapan sekelompok orang yang sebagian besar awak media.
Kedua pendeta itu menyiram dua Alquran dengan cairan pembakar, lalu menyulutnya dengan api. Aksi dua pendeta itu dilakukan di pekarangan belakang kediaman Old, Springfield. Mereka mengatakan aksinya merupakan pesan dari Tuhan.
Old mengatakan bahwa gereja telah mengecewakan banyak orang karena tidak mendukung aksinya. "Saya yakin bahwa sebagai negara kita berada dalam bahaya," ujarnya.
"Ini adalah buku berisi kebencian, bukan cinta," katanya sambil memegang Alquran sebelum kemudian membakarnya.
Kedua pendeta itu lantas melakukan apa yang disebutnya sebagai "demonstrasi damai" dengan sedikit gegap gempita. Delapan orang wartawan ikut menyaksikan aksi kedua rohaniwan gereja itu. (Tennessean.com)
Beraninya kalian melecehkan ISLAM DGN membakar AL-QURAN,kami harap presiden U.S.A memberi hukuman yang berat,n ALLAH SWT akan mendatangkan kehancuran buat kalian org2 kafir.
We hate U
Old mengatakan bahwa gereja telah mengecewakan banyak orang karena tidak mendukung aksinya. institusi agamanya saja ngak mendukung, gemanasih pikirannya pendeta itu, otaknya ditaro di pantat kali
Biarkan Tuhan yang menghukum aksi mereka. Untuk kita, marilah kita merenung. Aksi mereka itu merupakan bentuk kekecewaan terhadap teroris yang mendasarkan aksinya pada kitab suci. Nah, kalo begini, apakah mereka sepenuhnya salah?
dajjal aja g berani megang Al-Qur'an..
klau dy berani membkar Al-Qur'an, tery john adalah pendeta bodoh yg takut akan kebenaaran yg hnya bisa lari dr masalah. bahkan dy laknattullah