Dunia

Jones Batal Bakar Qur'an Jika Diminta Obama

"Saya kira, telepon dari mereka (Gedung Putih) tak mungkin kami abaikan."

Jum'at, 10 September 2010, 06:45 WIB
Siswanto, Ita Lismawati F. Malau
Terry Jones (AP Photo/John Raoux)

VIVAnews - Pendeta gereja Dove World Outreach Center, Terry Jones, mengaku mendapat tekanan berat setelah mengutarakan rencana membakar Al-Qur'an pada hari peringatan serangan teroris ke menara kembar World Trade Center (WTC), 11 September 2010 mendatang.

Salah satu tokoh dunia yang menekannya untuk menghentikan aksi sintingnya itu, kata Jones  sesumbar, adalah Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Jones mengatakan, karena itu gerejanya mungkin akan membatalkan rencana pembakaran Al-Qur'an jika diminta Obama. Toh demikian, kepada USA Today, Jones mengaku belum dikontak utusan Obama.

"Itu (telepon dari perwakilan Obama) tentu akan membuat kami berpikir ulang mengenai rencana ini," kata Jones. "Itulah yang kami lakukan saat ini. Saya kira, telepon dari mereka (Gedung Putih) tak mungkin kami abaikan."

Sebelumnya, Obama telah memperingatkan Jones bahwa aksi pembakaran Al-Qur'an hanya akan dijadikan alat oleh al-Qaeda untuk merekrut lebih banyak lagi orang yang bersedia melakukan bom bunuh diri. Obama pun meminta agar pendeta ini menimbang kembali rencana tersebut.

"Ini adalah sumber keuntungan rekrutmen untuk al-Qaeda," kata Obama dalam wawancara di stasiun televisi ABC.

"Anda (Jones) bisa menyebabkan tindak kekerasan di Pakistan dan Afganistan. Jika dia (Jones) mendengarkan, saya harap dia mengerti bahwa rencananya itu sangat bertentangan dengan nilai-nilai kita sebagai orang Amerika. Bahwa, negara ini dibangun di atas kebebasan dan toleransi beragama."

Indonesia and Pakistan, dua negara dengan jumlah warga Islam terbanyak, telah mendesak Obama untuk melarang aksi Jones ini.

Sejumlah tokoh Gereja Internasional mengutuk keras rencana itu. Paus Benediktus dari Vatikan menyebut rencana itu sebagai tidak bermoral dan bukan cara yang tepat menghayati iman. Sejumlah tokoh Gereja di Jakarta juga mengutuk keras.

Persatuan Gereja Indonesia (PGI) mengirim surat protes kepada Presiden Amerika Serikat dan mendesaknya agar menghentikan ulah tak waras itu.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bahkan telah menyurati Obama untuk meminta Pemerintahan Amerika Serikat menghentikan aksi yang dinilai akan merusak hubungan dunia Barat dengan Dunia Muslim. "Ini akan mengancam perdamaian dunia."

"Dalam surat Presiden Yudhoyono menulis bahwa Indonesia dan Amerika telah membangun jembatan dunia barat dengan Islam. Kalau pembakaran Quran itu terjadi, semua usaha ini akan sia-sia," kata juru bicara Kepresidenan Teuku Faizasyah.

• VIVAnews
Rating
Komentar
amie
22/09/2010
kaLo pun jadi kitab suci aL Qur'an di bakar....biarkan jones menerima azab dan Laknat nya dari sang khaLik yaitu aLLh SWT karena Dia yang memiLiki smwnya termasuk Ssi Jones itu....
Balas   • Laporkan
fauzi
13/09/2010
kita sebagai umat islam tinggal diam, kepada pemerintah amerika, HAM International tangkap ia dan hukum terry jones dan adili di pengadilan serta penjarakan dia kalu boleh hukum mati yang telah mencoreng nama Amerika dan memprofokasi keadaan di dunia.
Balas   • Laporkan
antonkadi
11/09/2010
dasar pastur koplak
Balas   • Laporkan
cime
11/09/2010
Datangnya tanggapan SBY sudah didahului oleh pemimpin negara yang lain jauh hari sebelumnya di bulan Ramadan. Jadi bukan SBY yang menghentikan rencana itu. SBY datang terlambat, bersurat dulu dan menunggu idul fitri utk konferensi pers, ditemani dayang2..
Balas   • Laporkan
abdullah
11/09/2010
jangan senang dulu dgn dibatalkannya rncna ini, karena ini adlh acara pembakaran yang dipublikasikan, sehingga banyak yang mengakses(skala makro), akan kita dpt menghentikan pmbkaran Al Aquran yang dilakukan olh perorangan dan dilakukan dalam skala mikro?
Balas   • Laporkan
hafiz
11/09/2010
orang edan nanti kalau elo mati lebih2 dari fira'un
Balas   • Laporkan
vang
10/09/2010
astaghfirullah... cba kita teliti.......... n perhatikan semua rentetan kejadian... apakah semua ini sudah terencana???? dan apakah memang sengaja untuk dipublikasikan??? mungkin klo di organisasi, ini nmanya manajemen konflik.
Balas   • Laporkan
farida
10/09/2010
membakar al-qur'an sama sajah membangunkan macan tidur... seluruh umat muslim di dunia jelas tak akan tinggal diam... kayak mau ngajak perang ajah... dalam al-qur'an sendiri alloh telah berjanji akan menjaga al-qur'an sampai hari kiamat.... huh T.T
Balas   • Laporkan
fia
10/09/2010
itu rencana gila pol!!!!!!!!!! prihatin prihatin prihatin jgn prihatin aja tp tunjukan dong aksi nyata
Balas   • Laporkan
Mukhtar
10/09/2010
Harusnya Jones langsung ditangkap dan diadili, karena melakukan penistaan terhadap satu agama, melanggar HAM dan membahayakan perdamaian dunia. Jika Amerika diam saja, maka jelas Amerika hanya bersikap oportunis dari kasus ini, lihat saja statement Obama.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ