VIVAnews - Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengutuk rencana pembakaran kitab suci umat muslim, Al-Quran, yang akan dilaksanakan satu sekte Dove World Outreach Center pimpinan Terry Jones.
Sekte ini rencananya akan menggelar “International Burn a Koran Day” atau “Hari Internasional Pembakaran Al Qur’an” saat peringatan serangan teroris ke gedung kembar World Trade Center (WTC), 11 September mendatang.
Obama mengingatkan akibat buruk dari rencana ini dan akan mengundang aksi terorisme ke dunia Barat. Selain itu, kata Obama, juga akan membahayakan prajurit Amerika Serikat yang tengah bertugas.
"Rencana ini akan meningkatkan angka rekrutmen orang-orang yang bersedia meledakkan dirinya di kota-kota Amerika dan Eropa," kata Obama seperti dilansir dari The Telegraph, Kamis 9 September 2010. "Ini adalah sumber keuntungan rekrutmen untuk al-Qaeda."
"Anda (Jones) bisa menyebabkan tindak kekerasan di Pakistan dan Afganistan. Jika dia (Jones) mendengarkan, saya harap dia mengerti bahwa rencananya itu sangat bertentangan dengan nilai-nilai kita sebagai orang Amerika. Bahwa, negara ini dibangun di atas kebebasan dan toleransi beragama."
Indonesia and Pakistan, dua negara dengan jumlah warga Islam terbanyak, telah mendesak Obama untuk melarang aksi Jones ini.
Sejumlah tokoh Gereja Internasional mengutuk keras rencana itu. Paus Benediktus dari Vatikan menyebut rencana itu sebagai tidak bermoral dan bukan cara yang tepat menghayati iman. Sejumlah tokoh Gereja di Jakarta juga mengutuk keras.
Persatuan Gereja Indonesiam (PGI) mengirim surat protes kepada Presiden Amerika Serikat dan mendesaknya agar menghentikan ulah tak waras itu.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bahkan telah menyurati Obama untuk meminta Pemerintahan Amerika Serikat menghentikan aksi yang dinilai akan merusak hubungan dunia Barat dengan Dunia Muslim. "Ini akan mengancam perdamaian dunia."
"Dalam surat Presiden Yudhoyono menulis bahwa Indonesia dan Amerika telah membangun jembatan dunia barat dengan Islam. Kalau pembakaran Quran itu terjadi, semua usaha ini akan sia-sia," kata juru bicara Kepresidenan Teuku Faizasyah.
Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu t
jangan bisanya mencela obama, pikirkan akibatnya kalau obama memenjarakan jones, dunia barat akan memandang obama pro islam kemudian tidak akn lagi percaya padanya... jarang ada presiden amerika sebaik obama yg mau membela islam. bandingkan beliau dg Bush
rencananya tersebut memberi simbol bahwa dia (jones) akan dibakar dunia-akhirat... wajahnya memang sudah menunjukkan kalo dia sudah ahli neraka gitu kok...
wehh,,,si jones beruntung perbuatannya di amerika,,,coba dia lakkukan di madura,,,,dia bisa jadi te sate sekalian,,,
Al Qur'an bukan hanya kita yang menjaga tapi Allah SWT maha lebih perkasa dan lebih tahu dari segalanya
Umat Islam jangan berkecil hati. Jangan terlalu diributkan. Surat Al Hijr ayat 9 menjelaskan: "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya"
Tidak ada apa-apanya seorang Jones dihadapan Allah SWT.
namanya juga amerika ... negara bebas ... dah tau warganya ada yg sinting kaya jones bukannya ditangkap malah dibebasin aja warganya merencanakan aksi berbau SARA gitu .. ga ada undang2nya apa ?
Yah, itulah, di AS konstitusinya melindungi 'freedom of expression', dan presiden AS tidak bisa memerintahkan polisi untuk menangkap orang kalau yang dilakukannya tidak melanggar hukum.