Dunia

Vatikan: Tercela, Rencana Bakar Qur'an

"Serangan teror tidak boleh dibalas dengan sikap yang tercela atas suatu kitab suci."

Kamis, 9 September 2010, 08:46 WIB
Renne R.A Kawilarang
Paus Benediktus XVI menyalami Presiden Palestina, Mahmoud Abbas (AP Photo/Muhammed Muheisen)

VIVAnews - Otoritas Gereja Katolik di Vatikan mengecam rencana seorang pemimpin sekte Evangelis di Amerika Serikat (AS) untuk menggelar aksi bakar al-Quran pada 11 September 2010. Menurut Vatikan, rencana Pendeta Terry Jones itu "tercela dan berbahaya."

Demikian pernyataan Vatikan melalui Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama, Rabu, 8 September 2010. "Setiap agama berhak untuk menghormati dan melindungi kitab suci, tempat ibadah, dan simbol keagamaan masing-masing," ujar Vatikan.

Vatikan pun sama sekali tidak bisa menerima alasan Jones bahwa pembakaran kitab suci itu dalam rangka memperingati tragedi serangan teroris di Amerika Serikat pada 11 September 2001. "Serangan teror itu tidak boleh dibalas dengan sikap yang tercela dan berbahaya atas suatu kitab yang dipandang suci oleh para pemeluk agama yang bersangkutan," ujar Vatikan.

Penolakan umum terhadap kegiatan ini telah dikeluarkan oleh berbagai organisasi keagamaan di AS termasuk oleh: National Association of Evangelicals (NAE – Asosiasi Evangelis Nasional), the Southern Baptist Convention (Konvensi Baptis Selatan), the Anti-Defamation League (Liga Anti-Penghujatan) dan bahkan oleh gereja-gereja lain di Gainesville, Florida.

Komandan Pasukan AS di Afghanistan, Jenderal David Petraeus, mengecam keras rencana ini dan para aparat pemerintah lokal di Gainesville telah berusaha untuk mencegah dilaksanakannya kegiatan keji yang tidak menghormati toleransi antaragama ini. Penolakan juga dilontarkan Menteri Luar Negeri AS dan Sekretaris Jenderal PBB serta komunitas lintas agama di manca negara. (Associated Press)

• VIVAnews
Rating
Komentar
hollow
10/09/2010
kalau aku ditempatkan 100m di depan jones..dan dikasih senapan pasti kutembak kepala si'jones..krna bagiku darah jones halal tuk diminum.
Balas   • Laporkan
Bapaknya SBJ
09/09/2010
Kita sebagai umat muslim yang berakal bijak wajib untuk sabar menghadapi orang-orang tidak berakal ini.
Balas   • Laporkan
wahyuboez
09/09/2010
Seharusnya Bisa diredam perbuatan yg tercela semacam ini!!!
Balas   • Laporkan
anwar lewa
09/09/2010
seharusnya Pendeta ini meberi contoh tentang teladan Yesus Kristus sesuai sabda Nya, bahwa jangan membalas kejahatan dgn kejahatan
Balas   • Laporkan
dodol
09/09/2010
benar kata kata arismunandar1, pada saat Nabi Muhammad SAW menghancurkan berhala di sekitar masjidil haram, ada satu patung yang tidak di hancurkan dan di selimuti jubah beliau, itu adalah patung Siti Maryam dan Nabi Isa SAW. Beliau menghormati Nabi Isa A
Balas   • Laporkan
Selamat 'Iedul Fitri tuk sluruh muslim. Taqabbalallahu minna wa minkum. Semoga Allah menerima (ibadah) kita. Mohon maaf lahir dan bathin. Allahu Akbar.
Balas   • Laporkan
Dalam keadaan kita tdk memungkinkan, maka : "Wahazamal ahzaaba wahdah." Biarlah Allah langsung yg akan mengadzab mrk.
Balas   • Laporkan
Kita akan perang (jihad), bila kita nyata-nyata diperangi secara fisik. Bila hanya provokasi, kita jgn terpancing. Penghinaan, penistaan dan pembakaran Al Qur'an hanya tindakan sia-sia dan tak akan menghancurkan Islam dan muslim. Kita hrs perkuat kesabara
Balas   • Laporkan
Allahpun melarang kita mencaci maki sesembahan (keyakinan) umat lain, krn mrk nanti akan mencaci maki Allah dgn tanpa pengetahuan (kendali). Demkian jg dgn kitab2 suci mrk. Krn sesungguhnya, Zabur, Taurat, Injil dan Mushaf adlah kitab suci dr Allah juga.
Balas   • Laporkan
Tuk saudara2 muslimku, di mlm suci ini, mri kta ttp berpgang pd ajaran kita (Islam). Jgn mengikuti emosi yg tdk berlandaskan Syariah. Emosi dan Ghirrah (Semangat) Islam blh berkobar, tp Syariah hrs ttp dipegang tgh. Jgn memerangi org yg tdk memerngi kita.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ