Dunia

Kedubes AS: Bakar Qur'an Perbuatan Mengerikan

Dubes AS terpilih untuk RI, Scot Marciel, beserta istri kunjungi Masjid Istiqlal

Kamis, 9 September 2010, 07:59 WIB
Renne R.A Kawilarang
Dubes AS, Scot Marciel, melepas sepatu saat di Masjid Istiqlal, Jakarta (ANTARA/Fanny Octavianus)

VIVAnews - Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) menegaskan bahwa pemerintahnya mengutuk rencana aksi suatu sekte Evangelis di Florida pimpinan Terry Jones untuk membakar al-Quran pada 11 September mendatang. Rencana dari sekte kecil itu telah ditolak oleh mayoritas rakyat Amerika.

Demikian diungkapkan Juru bicara Kedubes AS, Paul Belmont. "Dalam semangat toleransi dan kebebasan beragama, Kedubes AS ingin menyatakan secara jelas bahwa Pemerintah AS mengutuk rencana sebuah kelompok gereja kecil di Gainesville, Florida, untuk membakar Kitab Suci Al Qur'an pada 11 September saat peringatan pengeboman World Trade Center," kata Belmont dalam pernyataan kepada VIVAnews, Rabu, 8 September 2010. 

"Kami sangat percaya pada kebebasan beragama dan kebebasan berpendapat; keduanya adalah hak-hak universal yang termaktub di dalam Konstitusi AS dan Deklarasi Universal tentang Hak Hak Asasi Manusia. Kami tekankan sekali lagi sikap kami bahwa perusakan secara sengaja terhadap kitab suci apapun adalah perbuatan yang mengerikan," ujar Belmont.

Seluruh staf Kedutaan Besar AS di Indonesia, kata Belmont, juga menyampaikan selamat Idul Fitri bagi umat Muslim di Indonesia. "Kami memahami dan menghargai kehangatan semangat perdamaian, memohon maaf, dan kasih sayang yang mewarnai saat-saat suci ini bagi Indonesia dan kaum Muslim di seluruh dunia," ujar Belmont.

Dia mengungkapkan bahwa Duta Besar AS terpilih Scot Marciel, istrinya Mae, dan Kuasa Usaha Kedubes AS, Ted Osius, Rabu kemarin telah mengunjungi Masjid Istiqlal untuk menghormati Islam di Indonesia. Mereka berdiskusi tentang makna Idul Fitri dengan para pimpinan Masjid.

Menurut Belmont, penghormatan dan penghargaan yang tinggi dari Kedubes AS terhadap Idul Fitri dan Islam mencerminkan perasaan sebagian besar masyarakat Amerika.

"Kami hidup dalam sebuah masyarakat yang multietnis seperti Indonesia yang menghargai hak-hak masyarakat untuk menganut agama sesuai pilihan mereka. Masyarakat Amerika memandang hal ini sebagai sebuah kebajikan dan kekuatan seperti halnya masyarakat Indonesia yang bangga akan persatuan dalam keragamannya," ujar Belmont.

Sementara itu, para pemimpin dari semua agama di Amerika telah mengutuk rencana provokatif ini. Menteri Luar Negeri Hillary Clinton telah menyatakan, dalam acara buka puasa bersama yang ia gelar pada tanggal 7 September, bahwa “Saya terkesan akan penolakan bersama yang tegas dan jelas terhadap aksi yang menghina dan memalukan ini dari para pemimpin semua agama di Amerika, baik dari Kristen Evangelis hingga para rabi Yahudi, selain juga para pemimpin sekuler AS dan para pembuat opini di media.”

Penolakan umum terhadap kegiatan ini telah dikeluarkan oleh berbagai organisasi keagamaan di AS termasuk oleh: National Association of Evangelicals (NAE, Asosiasi Evangelis Nasional), the Southern Baptist Convention (Konvensi Baptis Selatan), the Anti-Defamation League (Liga Anti-Penghujatan) dan bahkan oleh gereja-gereja lain di Gainesville, Florida.

Komandan Pasukan AS di Afghanistan, Jenderal David Petraeus, mengecam keras rencana ini dan para aparat pemerintah lokal di Gainesville telah berusaha untuk mencegah dilaksanakannya kegiatan keji yang tidak menghormati toleransi antaragama ini. (kd)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
ki joko stupid
14/09/2010
api mana yang mampu bakar al qur'an, tidak tanpa seizin Allah SWT
Balas   • Laporkan
faisal lukas
11/09/2010
halah.. ngeliat orang" yg komentar disini paranoid setengah mati menyikapi "RENCANA" ,, woi lo semua sadar gak , kaum minoritas di indonesia di tindas , tempat ibadah di rusak , di bakar , lalu apa tindakan lo semua ??? BUTA ??!
Balas   • Laporkan
mimi
11/09/2010
ssssttttttt................
Balas   • Laporkan
pahlawan bertopeng
10/09/2010
belum tw ... dia " wey.. mas terry jones Al-Qur'an tuh yee, dah d jamin keutuhan dan keberadaan nye ampe kiamat, ntuh janji Allah, loe cih kafir jd kagak tw. jg2 nie rekayasa loe buat ngangkat name oo..bama.., kan yg jd hero dimari o..bama.. hi..hi..
Balas   • Laporkan
wawan
09/09/2010
allahuakbar, terkutuklah setan yg mau bakar yg mulia alquran, lebih baik kau bakar aku daripada kau membakar kitab suciku, daging setan2 itu halal untuk dimakan ingat didunia ini masih ada satu mukjizat yg masih ada sampai hari kiamat "ALQURAN"
Balas   • Laporkan
Perisai Agama
09/09/2010
Hei Belmont. lu jangan cuma bisa ngutak ngutuk ngutak ngutuk doang ada aksi nyata dong. masak perbuatan 1 ikan Teri 1 negara ngga berani nyegah ? mang lu pikir kalo Teri bisa bakar Qur'an kita nggak bisa bajar Injil apa ?
Balas   • Laporkan
kardiman
09/09/2010
pendeta sing mbakar Al Quran anu koplak, uteke oglak lan warangane wis koclak. Apike ndase digethak nganti nggletak
Balas   • Laporkan
vivaindonesia
09/09/2010
Selama ini aku anti teroris walaupun dia MUSLIM! & aku menghargai menghormati perbedaan, persahabatan antar agama tapi mendengar KITAB SUCIKU AL QUR'AN AKAN DBAKAR TERBAKAR PULA JIWAKU & JIKA BENAR MAKA SIAP BERJIHAD AKU!!!
Balas   • Laporkan
iwaffle | 24/09/2010 | Laporkan
Saluuuut sm kamu....
novan
09/09/2010
Dijamin deh tuh orang sm pengikutnya g bakalan dimaafin sm Allah SWT smp kpnpun N disiksa g ada henti2nya bahkan smpai kiamat ber-kali2pun...!!!
Balas   • Laporkan
peace
09/09/2010
sekarang muslim amerika bertambah 20.000 tiap tahunnya, dan sudah berdiri 12.000 mesjid. ini menjadi ke khawatiran bagi majority penduduk non muslim. semoga seluruh dunia menjadi negara islam tak terkecuali amerika
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ