Dunia

Lima Perusahaan Iran Biayai Militan Taliban

Perusahaan ini bahkan memberi bonus bagi setiap anggota Taliban yang bunuh tentara AS.

Minggu, 5 September 2010, 23:09 WIB
Amril Amarullah, Denny Armandhanu
Koleksi senjata milik milisi Taliban di Afganistan (AP Photo/Musadeq Sadeq)

VIVAnews - Setidaknya terdapat lima perusahaan Iran di Kabul, Afganistan, yang diduga membiayai militan Taliban secara sembunyi-sembunyi. Perusahaan ini bahkan memberi bonus bagi setiap anggota Taliban yang berhasil membunuh tentara Amerika Serikat.

Informasi ini diperoleh berdasarkan investigasi yang dilakukan oleh koran Inggris, The Sunday Times. Bocoran yang mereka peroleh dari intelijen Afganistan dan sumber Taliban mengatakan bahwa perusahaan tersebut dibangun pada enam bulan terakhir.

Perusahaan-perusahaan ini menyediakan dana bagi jaringan Taliban. Dana ini digunakan untuk pengeluaran perang dan bonus bagi mereka yang berhasil membunuh musuh dan menghancurkan kendaraannya.

Perusahaan Iran ini merupakan perusahaan yang memenangkan tender pengadaan bahan-bahan bangunan dan logistik bagi rekonstruksi Afganistan. Dana pembangunan ini biasanya merupakan bantuan dari sumbangan luar negeri.

Keuntungan yang diperoleh perusahaan ini kemudian ditransfer dari bank-bank di Afganistan ke Teheran dan Dubai. Bank-bank yang mereka pilih adalah yang terkenal mempunyai manajemen yang buruk di Afganistan, termasuk diantaranya Bank Kabul, yang sebagian dimiliki oleh adik Presiden Afganistan Hamid Karzai, Mahmood.

Dari Teheran dan Dubai, dana itu kemudian dikirimkan kembali ke Afganistan melalu sistem perbankan Islam tidak resmi yang disebut Hawala untuk kemudian dibagikan kepada Taliban.

"Ini berarti perusahaan yang terlibat pendanaan militan pemberontak dapat menutupi jejaknya dengan mudah. Semakin mempersulit kita untuk melacak aliran uang," ujar intelijen senior Afganistan yang tidak disebutkan namanya.

Menurutnya, perusahaan Iran ini sengaja dibentuk untuk memenangkan tender yang dibiayai oleh bantuan asing sehingga dana itu dapat langsung disalurkan kepada Taliban. Tentara Amerika yakin bahwa jaringan ini mungkin dibentuk oleh kekuatan Al-Quds, cabang elit Garda Revolusi Iran.

Kedutaan Besar Iran di Kabul menolak untuk berkomentar mengenai tuduhan ini. Namun menurut bendahara Taliban yang diwawancara The Sunday Times, Iran memberi bonus US$1.000 bagi mereka yang membunuh tentara Amerika dan US$ 6.000 bagi mereka yang berhasil merusak kendaraan militer AS.

• VIVAnews
Rating