Dunia

Koran Inggris Salah Foto Wanita Iran Dicambuk

Selain menghadapi hukuman rajam, wanita ini mendapat hukuman tambahan 99 kali cambukan

Minggu, 5 September 2010, 14:57 WIB
Karaniya Dharmasaputra, Denny Armandhanu
Sakineh (Saqina) Mohammadi Ashtiani (Amnesty International)

VIVAnews - Seorang wanita yang sedang menghadapi hukuman rajam di Iran mendapat hukuman tambahan. Dia divonis hukuman 99 kali cambukan karena fotonya tanpa jilbab beredar di sebuah koran Inggris, padahal koran tersebut salah mencantumkan namanya.

Hukuman ini dijatuhkan setelah pejabat Iran melihat foto wanita tersebut, tanpa mengenakan jilbab, di halaman muka koran The Times London pada tanggal 28 Agustus 2010 lalu. Di keterangan foto ditulis wanita tersebut adalah terpidana rajam Sakineh Mohammadi Ashtiani. Padahal, itu adalah foto Susan Hejrat, seorang aktivis yang tinggal di Swedia.

Permintaan maaf telah dilayangkan oleh koran tersebut atas kesalahan penulisan itu. Namun, hukum cambuk toh tetap dilaksanakan. Menurut The Times, mereka memperoleh foto tersebut dari mantan pengacara Ashtiani, Mohammed Mostafaei. Hukum Iran mengharuskan setiap wanita Iran, apapun agamanya, mengenakan penutup rambut dan tubuh.

Mostafei mengatakan mendapatkan foto tersebut dari putra Ashtiani, Sajjad Ghaderzadeh (22), yang mengirimkan dua buah foto melalui email. Sajjad mengatakan kedua wanita di foto tersebut adalah ibunya.

“Salah satunya adalah foto Ashtiani yang sering beredar, dengan wajah tertutup oleh kerudung, dan satunya lagi yang dimuat The Times, menunjukkan seluruh wajah seorang wanita,” ujar The Times pada sebuah pernyataannya.

Hal ini dibantah Sajjad yang mengatakan dia tidak tahu-menahu bagaimana foto palsu ibunya bisa sampai ke koran tersebut. Sajjad bahkan telah mengirimkan surat terbuka bahwa seorang pengacaranya yang lain telah mengirimkan foto asli ibunya, namun foto itu tidak dimuat.

“Kami tidak tahu bagaimana gambar itu diperoleh, atau itu gambar siapa. Akibatnya, ibu saya yang tidak berdaya dijatuhi hukuman tambahan 99 kali cambukan atas tuduhan menyebarkan ketidaksenonohan dan ketidakpantasan karena foto yang diduga dirinya,” ujar Sajjad pada surat tersebut.

Komite Melawan Rajam mengatakan bahwa hal ini merupakan tanggung jawab Mostafaei. Dia harus menjelaskan mengapa dia memalsukan foto dan informasi sehingga berujung pada tekanan yang semakin meningkat terhadap wanita itu dan keluarganya.

“Kami mengutuk hukuman barbar baru berupa 99 kali cambukan yang dijatuhkan Iran terhadap Ashtiani dan kami menuntut hukuman itu dibatalkan,” ujar komite tersebut.

Mostafaei membela diri dengan mengatakan bahwa foto tersebut diberikan oleh Sajjad dan amat mirip Ashtiani.

“Menurut pendapat saya, itu adalah Ashtiani. Diberikan kepada saya oleh anaknya. Jikamemang bukan dia, maka sangat mirip sekali. Dia mengenakan pakaian Iran di foto tersebut, memiliki wajah yang mirip. semuanya mirip,” ujar Mostafaei.

Ashtiani divonis hukuman rajam karena dituduh telah berzinah serta ikut serta dalam pembunuhan suaminya. Menurut Komite Melawan Rajam, pengadilan Iran akan mengeksekusi hukuman rajam itu setelah bulan Ramadan. (sumber: CNN | kd)

• VIVAnews
Rating
Komentar
ohoho
18/10/2010
Kami mengutuk hukuman barbar baru berupa 99 kali cambukan
Balas   • Laporkan
durhui
08/10/2010
seperti yg telah saya komentari di topik lain.negara atau tatanan negara muslim bnyk tdk mrnghargai wanita!mereka memperlakukan wanita kyk budak
Balas   • Laporkan
Anggiat s simbolon
26/09/2010
lama2 Vivanews ini smakin nggak benar aja buat berita.. iran takkan begitu saja menghukum rakyatnya tanpa ada proses penyelidikan terlebih dahulu. lagian hukuman cambuk itu sudah kesepakatan bersama seluruh rakyat Iran. ngapain mesti di ributi.
Balas   • Laporkan
Hukum tersebut adalah terapan dari huku Islam yang berat sebelah, memandang wanita sebagai pihak yang selalu salah dalam perzinahan dan perkosaan. Cek di sini deh: http://trulyislam.blogspot.com/2009/01/pemerkosaan.html
Balas   • Laporkan
ditaa
16/09/2010
om, judul artikelnya emang gitu atau hrsnya ada koma ya? pusinggg bacanya...
Balas   • Laporkan
danny
14/09/2010
mengapa wanita yang selalu dijadikan korban?? kasihan... kenapa juga harus pakai penutup rambut dan tubuh?? dasar kolot...
Balas   • Laporkan
rose_lady | 04/11/2011 | Laporkan
di iran bukan hanya wanita,,, pria juga ada termasuk pemain sepak bola,,, knpa harus pakai penutup rambut dan tubuh? karena muslimah yg baik memang harus pake jilbab/penutup itu
anakmanusia
10/09/2010
harusnya di indonesia juga harus di perlakukan hukum razam..
Balas   • Laporkan
jacky_chung | 22/02/2011 | Laporkan
kamu duluan sebagai contoh yang lain ya? aku yang ada dibarisan depan,untuk mengeksekusimu dengan hukuman rajam sampai mati. Belagu lo..
12180
07/09/2010
ini berita soal hukuman cambuk... ko yg dikomentari jadi hukuman rajam dan perzinahan sih... kagak cermatmbaca berita dan komentarnya
Balas   • Laporkan
koki
07/09/2010
yg ngerajam punya dosa ga yah.....pejabat yg memerintah kan juga tuh
Balas   • Laporkan
ardian
06/09/2010
kita jgn mudah emosi karena berita yg belum tentu benar. intinya hukum rajam tdk bisa langsung dijatuhkan tanpa syarat dan bukti yg kuat. orang iran pasi sdh paham syarat dijatuhkannya hukum rajam tersebut. tapi jurnalis yg buat berita ini paham nggak, ya
Balas   • Laporkan
jacky_chung | 22/02/2011 | Laporkan
jurnalis telah dibekali etika jurnalisme.gak sembarang naikin berita. ya paham dong....
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ