Dunia

Coba Bakar Merah-Putih, Demonstran Ditahan

Pemberitaan di koran-koran Malaysia lebih keras dibanding sebelumnya. Protes digelar.

Minggu, 5 September 2010, 13:09 WIB
Yuniawan Wahyu Nugroho, Denny Armandhanu
Demo anti Malaysia (AP Photo/Irwin Fedriansyah)

VIVAnews - Masyarakat Malaysia yang selama ini tenang dan tak mudah terpancing setiap kali ada permasalahan dengan Indonesia, saat ini mulai menunjukkan kemarahannya. Sikap ini timbul setelah demonstrasi pembakaran bendera dan pelemparan tinja ke Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta.

Hal ini disampaikan mantan wakil duta besar Indonesia di Kuala Lumpur, Tatang Budie Utama Razak, Minggu, 5 September 2010. Dia menjelaskan bahwa peristiwa demonstrasi-tinja itu berujung panas. Media dan publik malaysia yang sebelumnya tenang-tenang saja, mulai keras bereaksi.

Pemberitaan yang beredar di koran-koran Malaysia juga lebih keras dibanding sebelumnya. Protes-protes juga banyak digelar. Publik Malaysia, menurutnya, saat ini lebih agresif dalam menyampaikan protesnya.

“Tapi demonstrasi yang dilakukan hanya dalam jumlah kecil, 10-20 orang. Ada salah satu kelompok yang mencoba membakar bendera Indonesia, namun segera direbut oleh polisi. Kelompok ini lalu ditahan,” ujar Tatang yang baru saja dilantik sebagai Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia pada DirJen Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri.

Demonstrasi yang digawangi oleh Benteng Demokrasi Rakyat Indonesia (Bendera) berisi ancaman akan melakukan sweeping terhadap warga Malaysia dan bahkan akan menggunduli mereka. Tatang mengatakan bahwa ancaman ini mulai berimbas pada sektor pariwisata. Di antaranya adalah banyaknya pembatalan kunjungan wisatawan Malaysia ke Indonesia.

“Informasi ini saya peroleh pada saat undangan jamuan makan dari Kementerian Budaya dan Pariwisata Malaysia. Mereka mengatakan ada beberapa agen pariwisata yang membatalkan kunjungannya ke Indonesia. Di bayangan mereka, situasi di Indonesia sangat berbahaya. Padahal keadaan jauh dari yang mereka khawatirkan,” jelasnya.

Demonstrasi anti-Malaysia tersebut dinilai di luar kepatutan, maka Duta Indonesia untuk Malaysia Da'i Bachtiar dipanggil oleh pemerintah Malaysia pada 26 Agustus lalu. Namun, karena saat itu Dubes tengah berada di Jakarta memenuhi panggilan DPR, maka Tatang yang mewakilinya. Dia mengatakan pada pemanggilan tersebut Anifah menyampaikan bahwa kesabaran publik Malaysia sudah di ambang batas.

“Menlu Anifah mengatakan bahwa rakyat Malaysia selama ini mencoba bertahan dan bersabar. Namun tindakan demonstrasi tersebut sudah keterlaluan. Kesabaran Malaysia menurutnya sedang diuji,” jelasnya.

Tatang menjelaskan kepada Anifah bahwa demonstrasi yang terjadi adalah bentuk kemarahan rakyat Indonesia atas insiden yang terjadi. Menlu Anifah menyampaikan kepada Tatang kala itu agar pemerintah Indonesia mengambil tindakan tegas kepada para demonstran yang melakukan pembakaran.

“Menlu Anifah melihat seperti ada konspirasi antara pemerintah dengan pendemo, karena pemerintah dinilai membiarkan peristiwa itu terjadi. Namun saya katakan bahwa hukum di Malaysia dan Indonesia berbeda, sehingga butuh proses lebih lanjut,” ujarnya. (kd)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
bagus
07/09/2010
dasaar lempar batu sembunyii tangan yaa,pura2 g tahu lg,bukanya lu yg sgt keterlaluan . jgn takut indonesiaku,dia jual kita beli merdekaaaaa.
Balas   • Laporkan
waikok
07/09/2010
malaisai bagaikan kacang yang lupa pada kulitnya.kita harus lawan malaisia walaupun itu harus perang.hidup atau mati dei indonesia merdeka.sekali merdeka tetap merdeka!!!!!!!!!!!!!!
Balas   • Laporkan
waikok
07/09/2010
malaisai bagaikan kacang yang lupa pada kulitnya.kita harus lawan malaisia walaupun itu harus perang.hidup atau mati dei indonesia merdeka.sekali merdeka tetap merdeka!!!!!!!!!!!!!!
Balas   • Laporkan
Renzz
07/09/2010
Melihat hubungan antara Indonesia dan Malayasia yang selalu mengalami pasang surut ini,memiliki potensi untuk meledak sewaktu-waktu.Karena pemerintah di kedua negara ini tidak benar-benar serius dalam menanggapi hal semacam ini.
Balas   • Laporkan
embuh
06/09/2010
emang yah,kita tuh sama-sama bodoh,......mau aja di adu domba,SADAR oyy,SADAR aku juga cinta INDONESIA.....
Balas   • Laporkan
mapsihotang
06/09/2010
harusnya malaysia sadar siapa yang mulai semua permasalahan ini..., kalau rakyat malaysia lagi marah...maka rakyat Indonesia lebih marah lagi.... Bangkit I N D O N E S I A ku......
Balas   • Laporkan
Pramudia
05/09/2010
kalau anda (malaysia) tidak berulah kami juga tidak akan melakukan hal yang anda kira sudah keterlaluan .. anda (malaysia) intropeksi dulu dong .. gada asap bila gada api ..
Balas   • Laporkan
abie
05/09/2010
malingshit ngmng tuhh emg gk prnah ngaca dlu kali ea......... hahhaaa dsar gk pnya malu....... bisanya cuma ngmong doang..........
Balas   • Laporkan
abie
05/09/2010
malingshit ngmng tuhh emg gk prnah ngaca dlu kali ea......... hahhaaa dsar gk pnya malu....... bisanya cuma ngmong doang..........
Balas   • Laporkan
nyonyo
05/09/2010
tetep aja yg salah si malay. kami gak akan marah,apalagi mmbakar bendera org lain kalo 'harta' kami gak dijarah dan dirampok terus-terusan. weeekk
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ