Dunia

Warga Perancis Demo Pengusiran Kaum Gipsi

77 ribu orang turun ke jalan menentang kebijakan Presiden Sarkozy memulangkan kaum Roma.

Minggu, 5 September 2010, 07:51 WIB
Indra Darmawan
Unjuk rasa menentang pemulangan etnik Roma di Perancis (news.sky.com)

 

VIVAnews - Setidaknya 77 ribu orang turun ke jalanan kota Paris dan beberapa kota lainnya, untuk memprotes kebijakan pemerintah Perancis yang mengusir masyarakat etnik Roma di sana. 

Seperti dikutip dari situs BBC, bulan lalu sekitar 1000 kaum gipsi Roma dipulangkan ke Rumania dan Bulgaria dari Perancis. Menurut catatan, tahun lalu ada sekitar 11 ribu warga etnis Roma yang diusir dari  Perancis.

Demonstrasi itu sendiri diikuti oleh aktivits buruh, pelajar, para imigran, dan diorganisasikan oleh partai oposisi, Partai Sosialis dan konfederasi kaum buruh General Confederation of Labour (CGT).  

Tak hanya di Paris, demonstrasi juga terjadi di beberapa kota lain seperti Marseilles, dan Nantes. Bahkan demonstrasi diikuti oleh aktris Jane Birkin. "Kita mengusir orang-orang yang selama ini sudah terusir," kata Birkin. 

Di sebelah Barat Daya kota Bordeaux, sekitar 1000 mnelakukan long march selama dua jam mengecam kebijakan pemerintah Perancis yang dicap sebagai kebijakan Xenophobia.

"Ini adalah hak dan kewajiban kami untuk ikut dalam aksi ini, sebab bila ini kita biarkan, kita tidak akan tahu nantinya akan seperti apa," kata Antoinou Jimenez, salah seorang wakil kelompok itu. 

Selain aksi unjuk rasa di kota-kota Perancis, aksi serupa juga terjadi di beberapa negara di luar Perancis, seperti di Spanyol, Belgia, atau bahkan negara-negara di mana etnis Roma cukup banyak, yakni di Hungaria dan Serbia.

Pemerintah Perancis sendiri, mulai getol mendeportasi kaum Roma, setelah meningkatnya imigran asal Roma. Beberapa saat lalu juga terjadi beberapa insiden kekerasan yang dialami oleh polisi, yang melibatkan kaum gipsi di kota Loire Valley, di Saint Aignan.

Kebijakan deportasi yang diterapkan oleh Presiden Sarkozy sendiri sebenarnya dikritik Vatikan dan PBB, dan mendapat tentangan dalam kabinetnya sendiri. Gara-gara itu, Menteri Luar Negeri Perancis Bernard Kouchner sempat mempertimbangkan untuk mengundurkan diri. (kd)

 

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ