Dunia

Diduga Nepotisme, Menlu Korsel Pilih Mundur

Dugaan muncul setelah presiden Korsel memerintahkan audit atas perekrutan pegawai Kemlu

Sabtu, 4 September 2010, 16:21 WIB
Renne R.A Kawilarang
Yu Myung-hwan (AP Photo)

VIVAnews - Menteri Luar Negeri Korea Selatan (Korsel), Yu Myung-hwan, memilih mundur dari jabatannya, Sabtu 4 Agustus 2010. Rupanya, Yu mengaku malu setelah muncul dugaan bahwa putrinya bisa dengan mudah menduduki posisi strategis di kementrian luar negeri yang dia pimpin. Pencapaian itu bukan karena kemampuannya, melainkan lebih karena "status ayahnya."

Yu rupanya merasa risih dengan tuduhan nepotisme terkait dengan perekrutan putrinya itu. Demikian ungkap juru bicara Kementrian Luar Negeri Korsel, Kim Young-sun.

"Menteri Yu memutuskan untuk mundur secara sukarela karena dia merasa tidak enak dengan rakyat atas masalah yang timbul akibat perekrutan putrinya," kata Kim yang dikutip kantor berita Korsel, Yonhap.

Menurut seorang sumber Yonhap, Presiden Lee Myung-bak kemungkinan meluluskan pengunduran diri Yu. Padahal, Yu saat ini dikenal sebagai menteri terlama yang menghuni kabinet pimpinan Lee. Yu mulai menjadi menteri pada Februari 2008, atau saat Lee mulai bekerja sebagai presiden baru Korsel.   

Dugaan nepotisme yang menimpa Yu muncul saat Presiden Lee memerintahkan audit atas perekrutan pegawai baru Kementrian Luar Negeri (Kemlu). Diketahui, putri Yu bisa langsung menduduki jabatan menengah di Kemlu untuk urusan perdagangan bebas tanpa melalui prosedur yang berlaku. 

Pengunduran diri Yu itu terjadi saat Korsel justru tengah bersiap menjadi tuan rumah forum elit Kelompok G-20 pada November mendatang. Selain itu, diplomasi Korsel juga terlibat dalam isu keamanan di Semenanjung Korea yang melibatkan China dan Korea Utara. (Associated Press)


• VIVAnews
Rating
Komentar
Setyo
21/11/2010
Di negara "maju" budaya malu memang sudah menjadi hal yg jamak. Sehingga memilih untuk mundur dari jabatan apabila melakukan hal yang dianggap memalukan. Lain halnya di negara kita,sebagian besar akan menyerukan "pantang mundur" demi langgengnya jabatan
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ