Dunia

Pemuka Agama New York Ingin Redakan Polemik

Pemuka agama akan punya pakem mengenai tindakan yang akan dilakukan jika terjadi konflik

Kamis, 2 September 2010, 13:02 WIB
Renne R.A Kawilarang, Denny Armandhanu
Calon lokasi pembangunan masjid di Kota New York, AS (AP Photo/Louis Lanzano)

VIVAnews - Pemimpin gereja Katolik Roma di New York, Amerika Serikat, berencana mengadakan pertemuan rutin dengan ulama muslim di negara tersebut. Tujuan pertemuan ini adalah mendiskusikan isu-isu yang berkembang termasuk diantaranya rencana pembangunan mesjid di dekat Ground Zero.

Uskup Agung Timothy Dolan mengatakan, usulan ini bukan bermaksud untuk mendikte umat muslim untuk memindahkan lokasi mesjid tersebut, namun hanya menjalankan tradisi yang sudah berjalan selama puluhan tahun antara para pendeta Katolik dengan para rabbi, pemimpin Yahudi. Pertemuan rutin ini, menurutnya, adalah sarana untuk menyingkapi perbedaan dan membangun pemahaman antara kedua keyakinan.

“Saya sadar kita tidak terlalu sebersemangat itu dalam menjalin hubungan dengan para saudara-saudari Islam kita. Pertemuan nanti bukan berarti kita menyelesaikan masalah lokasi pembangunan mesjid, namun menyelesaikan isu yang lebih luas lagi, yaitu ketegangan antara Kristen, Yahudi dan Islam,” ujar Dolan seperti dikutip dari harian The Wall Street Journal pada sebuah wawancara di kantornya di sekolah Seminary St. Joseph di Yonkers.

Dia mengatakan bahwa dengan pertemuan ini nantinya para pemimpin agama akan mempunyai pakem mengenai tindakan apa yang akan dilakukan jika terjadi konflik. Dia juga mengundang dua orang rabbi dan dua ulama, dan berharap pertemuan pertama dapat berlangsung pada bulan ini.

Direktur Liga Anti Fitnah Amerika, Abe Foxman, menyambut baik gagasan Dolan. Foxman adalah penentang utama pembangunan mesjid di dekat lokasi runtuhnya gedung World Trade Center, New York, pada serangan teroris 11 September 2001.

“Bagus sekali, saya pikir tindakan ini sangat tepat dan perlu,” ujarnya seraya mengatakan bahwa merupakan kehormatan jika dirinya diundang untuk ikut serta.

Pembangunan Islamic Center dan mesjid setinggi 13 lantai di dekat lokasi serangan teroris yang dilakukan militan Islam telah memecah belah negara tersebut. Beberapa mendukungnya atas dasar kebebasan beragama, sementara yang lainnya menolaknya karena dianggap tidak menghargai para korban dan keluarganya. (hs)

• VIVAnews
Rating
Komentar
tomo
10/09/2010
kejadian itu akan memicu perang dunia 3, secara tidak langsung. akan ada reaksi pembalasan dari umat islam di seluruh dunia. kaum teroris justru akan memanfaatkan momen itu sebagai alasan kuat untuk merekrut anggota baru.
Balas   • Laporkan
joko
07/09/2010
Mayoritas umat beragama sebenarnya ingin berdamai, apapun agamanya, hanya sebagian kecil yang ingin bermusuhan, tapi yang sebagian kecil ini selalu berkoar-koar mencari perhatian.
Balas   • Laporkan
poel
07/09/2010
kunci utama solidaritas antar umat beragama adalah kelakuan zionis israel, apa bila israel di pindahkan benua eropa mungkin kerukunan umat beragama akan tercapai.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ