VIVAnews - Banyak-banyaklah menenggak minuman keras (miras) dan merokok, niscaya kesejahteraan rakyat akan meningkat. Petuah ini bukan dari sembarang orang, melainkan berasal dari Menteri Keuangan Rusia, Alexei Kudrin, Rabu 1 September 2010.
Menurut laman The Huffington Post, saran kontroversial itu dilontarkan Kudrin saat Pemerintah Rusia berencana menaikkan pajak penjualan rokok dan miras. Pajak itu, menurut Kudrin, bakal digunakan membiayai program-program kesejahteraan.
"Rakyat harus tahu, mereka yang menenggak miras dan yang merokok berperan besar dalam membantu negara," kata Kudrin. "Bila kalian membeli sebungkus rokok, itu artinya kalian memberi bantuan lebih bagi pemecahan masalah-masalah sosial, seperti mendongkrak demografi, membangun layanan-layanan sosial dan menstabilkan tingkat kelahiran," lanjut Kudrin.
Saat ini, cukai rokok di Rusia termasuk yang terendah di Eropa. Sebagian besar produk rokok dijual dengan harga sekitar 40 rubel (sekitar Rp11.600) per bungkus. Maka, Juni lalu, Kementrian keuangan berencana menaikkan pajak rokok sehingga harganya bisa sebesar 590 rubel (sekitar Rp172.500) per bungkus mulai tahun 2013.
Namun, bisa jadi kenaikan pajak merupakan keputusan yang tidak populer, mengingat 65 persen dari total populasi pria di Rusia adalah perokok. Selain itu, rata-rata orang Rusia bisa menghabiskan 19 liter miras (kebanyakan adalah vodka) per tahun. (umi)
Akhhhh.......
inilahh watakk negara kitaa...
Argumenn'y hanya pengen terdengarr pintarr v nyatanya ksong...
Yangg nma'y Roko mah mkruhh....
Yangg gk bolehh tuhh MIRAS....
kta bang Haji RHOMA IRAMA...
haruse yg kena pajak tinggi tu barang seperti softex aja....khan di dunia jumlah perempuan lebih banyak dr pria...dan ga semua pria tu perokok...nah mana ada perempuan yg ga pake softex....jadi tidak menghalalkan sesuatu yg diharamkan....
pintar juga tuh menteri... kalo diterapkan di indonesia, dijamin bakal bisa mengurangi penduduk... perokok dan pemiras bisa cepat mati... jadinya BBM irit, listrik irit, ndak ada macet....
tapi sadar ngak ya kalo perokok ama pemiras itu lagi dikerjain...
wah bagus sekali sarannya, kalo bisa indo juga bisa menerapkannya.
tapi pajaknya 20x kali lipat biar harga rokok perbungkusnya jadi 250 rb.
kapok2 deh itu para perokok.