Kunjungi Situs Porno, Pejabat Ini "Dipecat"
Menteri Paul McLeay sadar bahwa perilakunya itu tidak pantas dilakukan pejabat publik
Rabu, 1 September 2010, 16:10 WIB
Renne R.A Kawilarang
Paul McLeay (www.paulmcleay.com.au)
VIVAnews - Seorang pejabat pemerintah negara bagian New South Wales (NSW), Australia, terpaksa mengundurkan diri. Pasalnya, pejabat bernama Paul McLeay itu ketahuan menyalahgunakan komputer kantor dengan mengunjungi laman-laman porno dan permainan judi.
Skandal McLeay itu langsung mendapat sorotan sejumlah media di Australia, Rabu 1 September 2010. "Saya minta maaf kepada Menteri Besar NSW [pemimpin pemerintah negara bagian], kepada para kolega di parlemen, dan kepada para konstituen serta penduduk NSW," demikian pernyataan McLeay seperti dikutip laman harian Sydney Morning Herald.
Menteri Besar NSW, Kristina Keneally, hari ini juga mengungkapkan bahwa Selasa kemarin McLeay sudah mengaku salah dengan menyalahgunakan komputer yang merupakan properti parlemen NSW. Seperti dikutip harian Herald Sun, Keneally lalu meminta McLeay mengundurkan diri sebagai Menteri Urusan Pelabuhan dan Saluran Air NSW.
McLeay pun menyadari bahwa perbuatannya itu tidak mencerminkan perilaku yang pantas dilakukan oleh seorang pejabat publik. "Saya juga minta maaf kepada istri dan anak," kata McLeay. (umi)
Mental Pejabat Kitakan Mental Kere, semua ingin ditanggung Negara gak peduli masyarakat sudah muak lihatnya..., seharusnya masyarakat ga usah ikut PEMILU lagi, biar mereka tau harus ada kontrak sosial yang jelas sebelum memerintah negeri ini....
Deni
06/09/2010
buat tedi, jgn harap pejabat kita mencontoh hal ginian...pejabat INDONESIA baru ikutin contoh negara lain kalo udah menyangkut fasilitas dan sarana pendukung lainnya...berani tarohan???
sportif dia,..ngaku salah...dan minta maaf...
tedy sudrajat
02/09/2010
wah bagus ada pejabat yang mengakui kesalahannya dan punya rasa malu terhadap masyarakatnya..Mudah mudahan jadi contoh buat pejabat kita
sibarakaduk
01/09/2010
kalo di Indonesia, jangankan komputer, mobil dinas aja bisa dipake buat anter jemput anak sekolah gag papah tuh, di sini negeri yang toleran segalanya.. yang menuntut ketegasan malah dibubarin...
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar