Dunia

Kisah Eko Sukarno Jadi Marinir Amerika

Diperkirakan ada 7 juta umat Muslim di AS. Sekitar 0,3 persen adalah tentara aktif.

Selasa, 31 Agustus 2010, 11:23 WIB
Elin Yunita Kristanti
  (AP Photo)

VIVAnews - Ibadah puasa menjadi kewajiban setiap muslim di bulan Ramadhan. Seorang anggota militer Amerika Serikat (AS), Muhammad Eko Sukarno menceritakan suka dukanya menjalankan ibadah puasa di tengah gemblengan fisik.

"Di Marinir, kita ada latihan fisik tiga kali seminggu. Senin, Rabu, Jumat. Kalau yang hari Jumat itu, batalyon, seluruhnya lari bareng, sekitar 3-5 mil. Setiap enam bulan sekali ada physical test, jadi kalau tidak latihan, rugi sendiri, nanti tidak lulus,” kata Eko, seperti dimuat situs VOAnews.

Meski berat, biasanya anggota militer tidak menghadapi masalah saat menjalani puasa Ramadan. Latihan fisik tetap berlangsung seperti biasa.

Apalagi, Eko, yang kini menjadi anggota California Air National Guard, memiliki kiat mempersiapkan fisiknya menghadapi Ramadan.

Sebulan sebelum Ramadan, ia sudah berpuasa Senin-Kamis sambil ikut menjalani latihan fisik bersama para anggota lain.

Yang paling menantang adalah jika puasa bertepatan dengan musim panas -- di mana suhu sangat menyengat. Beberapa anggota militer muslim meminta dispensasi mengurangi sedikit porsi latihan fisiknya, atau membatasi waktu kegiatan di luar ruangan.

“Kebanyakan yang mengerti Islam, biasanya mengadakan latihan fisiknya sore-sore, bukan pagi hari. Kalau kita minta dispensasi untuk lari sore, biasanya dikasih, sebelum buka,” ungkap Eko.

Eko mengaku belum banyak anggota militer non muslim yang tahu soal puasa. Bagi mereka yang mengetahuinya, akan menghargai. Salah satu caranya, tidak makan di depan anggota uang berpuasa.

Meski Departemen Pertahanan AS pernah mengeluarkan angka resmi mengenai muslim yang berdinas militer aktif, banyak kalangan memperkirakan jumlahnya jauh lebih banyak, hingga tiga kali lipat dari jumlah tersebut.

Sebab, ada anggota yang belum bersikap terbuka mengenai agama yang dianutnya.

“Tergantung individunya. Terbuka atau tidak. Kalau saya kan terbuka sekali pada mereka, jadi saya tidak pernah menutupi kalau saya Islam."

"Misalnya waktu salat, saya pergi dan bilang akan salat dulu. Jadi mereka tahu kegiatan saya sehari-hari. Nanti mau dekat-dekat puasa saya bilang saya mau puasa bulan ini.   Jadi mereka tahu,” kata Eko.

Seperti halnya umat Islam di belahan Bumi lainnya, anggota militer AS yang muslim meningkatkan ibadah saat Ramadan.

Misalnya, saat istirahat siang satu jam. Saat anggota lain makan siang, mereka mengerjakan salat, mengaji, dan berdzikir.

Saat Idul Fitri mereka akan mengadakan silaturahmi, baik dengan sesama anggota militer maupun masyarakat setempat di manapun mereka ditugaskan.

Islam adalah agama yang paling pesat pertumbuhannya di Amerika Serikat. CAIR atau Dewan Hubungan Islam-Amerika, organisasi Islam paling besar yang mengakomodasi kepentingan Muslim di Amerika menyebutkan jumlah penduduk Muslim di Amerika diperkirakan sekitar tujuh juta orang.

Departemen Pertahanan Amerika memperkirakan, sekitar 0,3 persen di antaranya menjadi anggota aktif militer Amerika.

Baca juga:

Syafii Maarif: Menteri Agama Tidak Bijak

Anna Marissa Tangisi Perceraiannya

Beyonce Dihadiahi Suami Kapal Pesiar Rp36 M

Mencintai Pria Lain Selain Suami

Ingin Mati dengan Wajah Demi Moore

Gadis Ini Lelang Keperawanan Demi Ibu



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Maknya Libby
01/09/2010
Om Eko.. mantabbbzzz... yg semangat yaaakk. bentar lg lebaran, ajak mba Nan mudik ke bdg yee.. semoga Allah melimpahkan rahmat dan hidayahNya kpd seluruh umat manusia.
Balas   • Laporkan
naura
01/09/2010
Untuk Ubaidillah....ini bukan cerita Penenang Umat....semua ini benar adanya...dan kalau bisa tau kisah sesungguhnya dari semua Muslim di lingkungan Military AS....anda pasti akan lebih takjub lagi....subhanallah...jangan suudzon dulu ah.....!!!!!!
Balas   • Laporkan
Budi Suprapto
31/08/2010
Alhamdulillah ternyata masih ada pasukan marinir AS yang taat dengan hukum-hukum islam
Balas   • Laporkan
marinir
31/08/2010
itu baru tantangan saya sangat mendukung walau pada suasana yang tidak mendukung dan sulit tetapi tetap menjalakan puasa dengan baik. tidak seperti orang di indo mereka lebih manja, banyak resto warung harus tutup takut menggoda iman mereka hehehe
Balas   • Laporkan
samsuri
31/08/2010
bravo walaupun lagi tugas tetap puasa....mantaaaab
Balas   • Laporkan
FAJAR
31/08/2010
SEMOGA ALLAH MEMEBRIKAN PAHALA YANG SETIMPAL DENGAN UJIAN YANG DIBERIKAN PADAMU SAUDARAKU.ALLAHU AKBAR......
Balas   • Laporkan
tony
31/08/2010
Harusnya pemerintah italy mengikuti langkah AS. Masa cuma cuaca panas aja pekerja muslim di italy gak boleh puasa, padahal marinir AS yang lebih berat latihan fisiknya boleh puasa. jangan diskriminatif laaahh........
Balas   • Laporkan
rizal
31/08/2010
semoga kln dilindunggi olh allah swt.....amin!
Balas   • Laporkan
Ubaidillah
31/08/2010
Alhamdulillah masih banyak orang percaya dengan cerita penenang Ummat....!!!, Syukur jika segelintir cerita tersebut benar tapi jika sekelumit cerita tersebut hanya cerita untuk meninaboboknan Ummat islam Gimana....?? wallahua'lam...
Balas   • Laporkan
hadex
31/08/2010
saya salut pada tentara AS yang muslim dan bangga atas semangat yang keras untuk tetap latihan meskipun dimusim panas , dan masih tetap menjalankan puasa
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ