VIVAnews - Pemerintah Meksiko "tega" memecat 3.200 polisi atau sepersepuluh dari total personil kepolisan di negeri itu. Pemecatan itu bertujuan untuk memerangi korupsi.
Demikian ungkap Kepala Kepolisian Meksiko, Facundo Rojas, Senin 30 Agustus 2010 waktu setempat. "Mereka gagal dalam tes kepercayaan," kata Rojas seperti dikutip laman stasiun televisi al-Jazeera.
Dia merinci, lebih dari 450 petugas telah dituduh melakukan kriminalitas. Selain itu, dalam beberapa pekan mendatang sebanyak 1.485 polisi juga bakal digusur.
Menurut Rojas, pemecatan massal itu bertujuan untuk meraih kembali kepercayaan publik kepada polisi. Dalam empat tahun terakhir, Kepolisian Meksiko diberi tanggungjawab untu memerangi peredaran narkoba. Namun, publik lebih sering melihat polisi sebagai figur yang tidak kompeten dan korup.
Itulah sebabnya geng-geng obat bius di Meksiko masih terus beraksi dan berani melawan polisi.
kayaknya indonesia gak bkal brani ambil sikap kyk meksiko...
hukum disni sudah terbiasa membela yg salah...
hukum dsini sudah terlanjur buta mata n buta hati...
indonesia hanya diperuntukan dan ditinggali oleh orang2 yg biasa menindas saudaranya sendiri
salut buat meksiko yang berani membuat personil polisi yang memakai wewenangnya untuk kepentinganya sendiri,apakah kepolisian indonesia bisa menerapkan tindakan tegas seperti ini di indonesia..ya semoga saja...
pemerintah kita mungkin blum brani setegas mexico, mengingat hampir seluruh kebijakan kita mengedepankan POLITIK,hal yang wajar kali ya sebagai negara baru berkembang,, tapi kalaulah elit2 kita memiliki rasa ikhlas dan komitmen..waahhh baru bisa mimpi nih
seharusnya pemerintah Indonesia melakukan pemecatan massal seperti yang dilakukan di Meksiko. Karena rakyat sekarang sudah tidak percaya lagi dengan polisi...