Dunia

Aneh Tapi Nyata, Ilmuwan Ciptakan Air Kering

Para ilmuwan yakin, dry water bisa digunakan untuk melawan pemanasan global.

Kamis, 26 Agustus 2010, 16:13 WIB
Elin Yunita Kristanti
Partikel air kering (Belfast Telegraph)

VIVAnews - Air selalu identik dengan basah. Meski terlihat sangat kontradiktif, ilmuwan berhasil menciptakan 'air kering' atau dry water.

Rupa 'air kering' ini mirip gula bubuk dan diharapkan akan jadi 'percikan besar' secara komersial.

Tiap partikel dari air ini berisi tetesan air yang dikelilingi lapisan pasir silika. Faktanya, 95 persen dari 'dry water' adalah air 'basah'.

Salah satu keunggulan dari produk ini adalah kemampuannya menyerap gas.

Para ilmuwan yakin, dry water bisa digunakan untuk melawan pemanasan global (global warming). Caranya, dengan menyerap dan menyaring gas rumah kaca -- karbon dioksida (CO2).

Tes membuktikan, air kering ini tiga kali lebih baik dalam hal menyerap CO2 dibandingkan air biasa.

Air kering membuktikan bisa berguna menyimpan metana dan memperluas potensi sumber energi gas alam.

Dr Ben Carter dari University of Liverpool mempresentasikan hasil riset dry water dalam The 240th National Meeting of the American Chemical Society di Boston.

"Tidak ada yang seperti ini. Kami berharap bisa melihat dry water membuat gelombang di masa depan," kata dia, seperti dimuat laman Belfast Telegraph, Kamis 26 Agustus 2010.

Aplikasi lainnya didemonstrasikan oleh tim dengan cara menggunakan dry water sebagai katalisator untuk mempercepat reaksi antara hidrogen dan asam maleat.

Ini menghasilkan asam suksinat, bahan baku utama yang banyak digunakan untuk membuat obat, bahan makanan, dan produk konsumen.

Biasanya hidrogen dan asam maleat harus diaduk secara bersamaan untuk membuat asam suksinat.

Namun, proses ini tak lagi diperlukan jika menggunakan air kering. Ini membuat proses lebih ramah lingkungan dan lebih hemat energi.

"Jika Anda dapat menghapus proses pengadukan, maka kemungkinan Anda membuat penghematan energi yang cukup besar," kata Dr Carter.

Teknologi ini juga dapat diadaptasi untuk menciptakan "emulsi bubuk kering" -- campuran dari dua atau lebih cairan yang tak bisa disatukan -- seperti minyak dan air.

Para peneliti percaya, emulsi kering bisa membuat penyimpanan cairan berbahaya lebih aman dan lebih mudah. (umi)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Fatur
03/09/2010
Pantas untuk dapet Nobel nih
Balas   • Laporkan
Windi
02/09/2010
luar biasa..... semoga bermanfaat bagi masa depan kehidupan manusia di bumi...... brovooo....!!!
Balas   • Laporkan
ricky
02/09/2010
wahh, lama2 handuk udah ga laku d
Balas   • Laporkan
dede
02/09/2010
wah apa bisa di minum tuh??
Balas   • Laporkan
Meong
01/09/2010
waduh ... bagaimana nasib air mata di masa depan ya?
Balas   • Laporkan
hoekz
30/08/2010
seperti dalam filem fiksi atau cerita fiksi, kadang penemuan penting bisa disalah gunakan bagi pihak yang mementingkan diri sendiri dan golonganya. semoga saja penemuan berharga ini benar² bermanfaat...
Balas   • Laporkan
eko
30/08/2010
mantab,sspa penemunya ya,orang indonesia bukan ya?
Balas   • Laporkan
ina
30/08/2010
wah, semakin canggih saja ilmuwan skrg. semakin cabggih membuat hal baru.
Balas   • Laporkan
Dean
30/08/2010
Luar biasa.... Mudah2 an penemuan ini dapat segera di rasakan manfaat nya bagi lingkungan hidup dan manusia... Amienn ...
Balas   • Laporkan
rocker 25
26/08/2010
Wah hebat bener..sesuatu yang basah berubah kering tanpa menghilangkan sifat basahnya... amaizing... Sangar brooo....
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauĀ