Dunia

Iran Mulai Pasok Bahan Bakar Reaktor Nuklir

Amerika Serikat sampai saat ini masih mencoba untuk memblokir.

Minggu, 22 Agustus 2010, 02:13 WIB
Umi Kalsum, Mutia Nugraheni
Papan penunjuk reaktor nuklir di Bushehr, Iran (AP Photo/Hasan Sarbakhshian)

VIVAnews  - Para ahli teknik dari Iran dan Rusia mulai memasok bahan bakar pertama ke dalam pusat tenaga nuklir Iran. Pihak Rusia berjanji akan berhati-hati dan mencegah digunakannya materi dalam tenaga nuklir menjadi senjata potensial.

Aktivitas reaktor nuklir Iran sempat tertunda selama setahun. Pasokan bahan bakar reaktor Bushehr di Iran selatan ini menandai dimulainya fasilitas produksi untuk energi. Amerika Serikat sampai saat ini masih mencoba untuk memblokirnya, sebagai cara untuk menekan negara itu menghentikan kegiatan nuklir.

Ada keberatan yang cukup besar terhadap pembuatan pusat reaktor Bushehr. Iran juga berupaya  mempercepat pengayaan uranium, proses yang membuat bahan bakar tidak hanya untuk pembangkit listrik tetapi juga dapat digunakan dalam pembuatan senjata.

Kepala nuklir di Iran mengatakan, keberadaan reaktor tersebut menunjukkan bahwa negaranya hanya memiliki tujuan damai. Hal itu juga dilakukan sebagai "simbol perlawanan dan kesabaran Iran" terhadap tekanan Barat.

"Terlepas dari semua tekanan, kesulitan dan sanksi oleh negara-negara Barat, kita sekarang melihat simbol dimulainya simbol kegiatan nuklir damai terbesar di Iran," kata Ali Akbar Salehi seperti dikutip dari Associated Press.

Washington dan negara-negara lain bukan menentang tujuan Iran memproduksi energi nuklir, tetapi khawatir bahwa siklus pengayaan akan menjadi jalur untuk memproduksi senjata di bawah program energi damai. Iran pun membantah niat tersebut. Dengan mengatakan kalau pekerjaan tersebut telah menjadi target dari empat putaran sanksi Dewan Keamanan PBB.

Rusia, yang membantu menyelesaikan pembangunan Bushehr, telah berjanji  mencegah penggunaan bahan bakar nuklir dialihkan ke program senjata. Pihak Moskow berpendapat bahwa proyek Bushehr sangat penting untuk membujuk Iran bekerjasama demi memastikan negara itu tidak mengembangkan bom nuklir.

Pada hari Sabtu, sebuah truk penuh bahan bakar yang diambil dari tempat penyimpanan pertama di dalam gedung reaktor, dimonitor oleh Badan Energi Atom Internasional, PBB. Selama dua minggu mendatang, sebanyak 163 bahan bakar - setara dengan 80 ton bahan bakar uranium - akan dipindahkan ke dalam gedung dan kemudian ke teras reaktor.

Saat ini adalah dua bulan sebelum 1000 megawatt reaktor akan dipompa ke kota-kota di Iran. Reaktor Bushehr tidak dianggap sebagai risiko karena persyaratan perjanjian, Iran berkomitmen untuk memungkinkan Rusia mengambil semua bahan bakar reaktor yang digunakan untuk diproses. Selain itu, Iran  memastikan tidak ada limbah bahan bakar segar atau yang dialihkan.

Iran mengatakan akan memulai pembangunan pada bulan Maret.  "Saya berterima kasih pada pemerintah dan bangsa Rusia yang telah bekerjasama dengan bangsa Iran. Mereka mencatatkan namanya pada sejarah emas Islam Iran. Hari ini adalah hari bersejarah dan akan selalu diingat," kata Salehi.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
bblangkon
20/09/2010
Jerman punya bahasa Jerman, Inggris punya bahasa inggris, china punya bahasa china, Tetapi Amerika tidak punya bahasa amerika. Jangan jangan dahulu kala amerika adalah pelarian orang orang dari beberapa negara yng punya kasus " hitam"..
Balas   • Laporkan
aye
09/09/2010
Bagus iran,kembangkan trs teknologimu
Balas   • Laporkan
Andi Natanegara
23/08/2010
selamat atas keberhasilan iran .dalam mengembangkan nuklir untuk perdamaian ...
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ