Dunia

Gedung Putih: Obama Seorang Nasrani

Ini terkait dengan makin bertambahnya warga AS yang merasa Obama bukan seorang Nasrani

Jum'at, 20 Agustus 2010, 10:42 WIB
Renne R.A Kawilarang
Barack Obama menyapa seorang mahasiswi Muslim berprestasi (AP Photo/Gerald Herbert)

VIVAnews - Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, adalah seorang Nasrani. Pernyataan Gedung Putih ini menepis anggapan warga AS yang menduga keras Obama seorang muslim.

"Presiden jelasnya adalah seorang Nasrani. Dia berdoa setiap hari," kata juru bicara Gedung Putih, Bill Burton, Kamis 19 Agustus 2010.

Makin bertambahnya warga AS yang merasa bahwa Obama bukanlah seorang Nasrani diketahui dari hasil survei.

Menurut survei dari Pew Research Center dan Pew Forum on Religion & Public Life, jumlah responden yang menilai Obama adalah muslim kini sebanyak 18 persen dari total partisipan. Jumlah itu meningkat tujuh persen dari hasil survei Maret 2009.

Pada survei yang sama, jumlah respoden yang yakin bahwa Obama adalah umat Kristen kini hanya 34 persen, padahal tahun lalu sebesar 48 persen. Menariknya lagi, sebanyak 43 persen responden saat ini mengaku tidak tahu agama apa yang dianut Obama.

Survei Majalah Time/ABT SRBI, yang berlangsung 16-17 Agustus lalu, mengungkapkan bahwa 47 persen responden menganggap Obama adalah Nasrani, sedangkan 24 persen percaya dia Muslim, sedangkan 24 persen mengaku tidak tahu atau tidak memberi jawaban.

Menurut kalangan media massa di AS, pandangan respoden atas keyakinan Obama itu terkait dengan dukungannya atas pembangunan suatu masjid di kawasan Manhattan, New York. Saat mengadakan acara buka puasa di Gedung Putih, Jumat 13 Agustus 2010, Obama menyatakan bahwa Islam merupakan bagian dari Amerika dan umat Muslim berhak mendirikan tempat ibadah di manapun, termasuk di Manhattan.

Namun, kendati juga didukung oleh walikota New York, pembangunan masjid itu ditentang oleh sebagian publik dan kalangan politisi dari Partai Republik. Menurut mereka, pembangunan itu tidak dibenarkan karena dekat dengan kawasan "Ground Zero." Lokasi itu dulunya adalah kompleks menara kembar World Trade Center, yang hancur akibat serangan teroris al-Qaida pada Tragedi 11 September 2001, yang menewaskan sekitar 3.000 jiwa. 

Menurut pengamat, mereka yang tidak senang dengan dukungan Obama atas pembangunan masjid itu lalu mencoba menciptakan opini di kalangan masyarakat untuk mempertanyakan identitas dan latar belakang Obama.

"Situasi ini mencerminkan makin intensifnya pandangan negatif atas Obama dari kalangan pengritik," kata Andrew Cohut, direktur Pew Research Center.     

Presiden AS sejak 20 Januari 2009 ini memiliki latar belakang yang "warna-warni." Bernama lengkap Barack Hussein Obama, ayahnya adalah seorang Muslim asal Kenya dan ibunya adalah Nasrani Amerika.

Sejak kecil, Obama dibesarkan oleh ibunya, Ann Dunham, dan orang tua dari ibunya. Pada umur 6 hingga 10 tahun, Obama tinggal di Indonesia bersama dengan ibu dan ayah tirinya, Lolo Soetoro. (Associated Press)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
zevy
30/08/2010
kenapa masalah gini diributin mulu,,semua agama itu sama,,kita sama2 menyembah pencipta kita dan sama2 besyukur kepada-Nya..kita di ajarkan saling menghargai..prbedaan itu indah coy..cntoh aja cwo dan cwe..emangnya pada mau klo dibumi isinya cowo smua?
Balas   • Laporkan
asis | 17/09/2010 | Laporkan
betul 100%...
feli
28/08/2010
Semua ajaran agama baik, krn semua agama mewajibkan umatnya untuk menghargai umat yg beragama lain. Yg penting jangan pake ajaran agama untuk hal2 yg jelek atau nama TUHAN untuk hal2 yg negatif.
Balas   • Laporkan
edha
24/08/2010
Islam memang agama rahmatan lil alamain ... so ... patutlah jika pemimpin Amerika yang nota bene pemimpin dunia beragama Islam .....
Balas   • Laporkan
Obami
24/08/2010
APAPUN AGAMANYA MINUMNYA.....TETAP TEH BOTOL..wahahaha I Like That, sama2 minum teh aja kok ribut
Balas   • Laporkan
beny
24/08/2010
agama dan politik memang satu rumah tapi lain kamar........
Balas   • Laporkan
supriyo
24/08/2010
Gari gini masih ngomong perbedaan agama cape deh mana bisa maju bangsa kita kalau agama aja di permasalahkan ingat agamu ya agamamu agamaku ya agamaku........:)okr cuplis
Balas   • Laporkan
Delan
24/08/2010
kenapa harus saling menjelek2an agama lain, kalau saudara-saudara memahami lebih mendalam tentang agama saudara, saudara tidak akan menemukan ajaran agama saudara itu untuk membenci agama lain, entah itu islam, kristen, budha, hindu dan sebagainya
Balas   • Laporkan
Justino sopalo ximenes
24/08/2010
bagi negara demokrat, agama tidk menjadi tolok ukur tuk jadi pemimpin, salah satu conth adlh Mari Alkatiri mantan PM Republik Demokrat Timor Leste ( RDTL ) yg menganut agama Islam bisa menjadi perdana mentri utuk masyarakat yg mayoritas agama Kristen.
Balas   • Laporkan
hantu usil
24/08/2010
emang penting ya???? +++ garuk2 kepala+++
Balas   • Laporkan
limpar
24/08/2010
syukur dilarang,di indonesia aja gereja dilarang berdiri bahkan dibakar,nyesal jd warga indonesia
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ