VIVAnews - Bersama puluhan unit kendaraan lapis baja, pasukan dari Brigade Stryker ke-4 Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) telah bergerak meninggalkan Irak menuju Kuwait, Rabu 18 Agustus 2010. Mereka adalah brigade terakhir pasukan tempur AS yang keluar dari Irak setelah lebih dari tujuh tahun bertugas.
Menurut laman Voice of America, keberangkatan mereka ini memenuhi komitmen Presiden Barack Obama. Pasukan tempur AS sudah harus meninggalkan Irak selambat-lambatnya 31 Agustus 2010. Seperti yang dijanjikan Obama pada kampanye pemilu 2008, AS secara bertahap mengurangi kekuatan militer di Irak dan akan berkonsentrasi pada pemberantasan terorisme di Afganistan.
Kini, AS hanya menempatkan 50.000 tentara untuk melatih pasukan Irak. Mereka pun bertugas melakukan sejumlah operasi anti terorisme skala kecil sekaligus memberi perlindungan bagi misi diplomatik AS di Irak.
Berdasarkan perjanjian bilateral dengan Irak, pasukan AS akan tetap berada di negara itu hingga akhir 2011. Sejak menyerbu Irak untuk menjungkalkan rezim Saddam Hussein pada Maret 2003, jumlah pasukan AS yang tewas sebanyak lebih dari 4.200 personil dan lebih dari 30.000 tentara luka-luka.
Namun, transisi keamanan dari militer AS ke Irak tidaklah mudah. Ancaman teror terus berlangsung. Bahkan, pada 17 Agustus lalu muncul serangan bom bunuh diri di dekat pusat perekrutan tentara Irak Baghdad sehingga menewaskan puluhan calon serdadu.(np)