Dunia

'Ikan Manusia' Ungkap Rahasia Umur Panjang

Salamander yang hidup di gua ini bisa mencapai usia 100 tahun. Tertua di antara amfibi.

Rabu, 18 Agustus 2010, 13:47 WIB
Elin Yunita Kristanti
Olm Salamander (istrianet.org)

VIVAnews - Binatang langka, Olm Salamander atau juga sering disebut 'ikan manusia' -- karena kulitnya yang pucat dan licin seperti manusia disebut-sebut -- memiliki rahasia panjang umur.

Binatang bernama Latin, Proteus anguinus ini hidup di gua-gua di Selatan Eropa, khususnya di Slovenia dan Kroasia -- dalam beberapa kisah dongeng ini, naga kecil ini sering digambarkan terbaring di atas tumpukan harta karun.

Tubuhnya disesuaikan habitatnya -- beradaptasi dengan kondisi gelap gulita di bawah tanah -- ia kehilangan kemampuan melihat dan pigmen kulit.

Seekor salamander yang hidup di gua ini bisa mencapai usia 100 tahun -- memecahkan rekor usia amfibi tertua. "Di antara amfibi 'ikan manusia' ini  jelas merupakan spesies yang paling lama hidup," kata ilmuwan, Yann Voituron, seperti dimuat situs Discovery News.

Voituron, profesor di Universitas Claude Bernard Lyon, dan timnya telah mengkalkulasikan tingkat pertumbuhan, waktu regenerasi dan umur olm yang  tinggal di sebuah gua di Moulis, Saint-Girons, Prancis.

Sejak tahun 1950-an, konservasionis telah membentuk program pembiakan melestarikan salamander ini.

Selain menentukan masa hidup  salamander gua, para peneliti menemukan bahwa spesies ini menjadi dewasa secara seksual sekitar umur 16 tahun. Tata-rata mereka memproduksi 35 telur setiap 12,5 tahun.

"Apa yang membuat spesies ini berumur panjang yang mungkin aktivitas yang sangat rendah, reproduksi rendah, tidak ada tekanan lingkungan dan fisiologinya aneh," kata Voituron, seperti dimuat laman New Kerala.

Ilmuwan tertarik untuk mengkaji 'ikan manusia' ini setelah beberapa pegawai kebun binatang menyadari bahwa hewan ini mampu bertahan lama, setidaknya sampai usia 70 tahun.

Analisis dari 'ikan manusia' maupun hewan lain yang berumur panjang diharapkan bisa mengungkap rahasia umur panjang pada mahluk hidup, terutama manusia.

Olm tampaknya cocok sebagai contoh -- jika asumsi bahwa umur panjang tergantung rendahnya stres, dan  lingkungan stabil tanpa predator, benar. Studi ini telah dipublikasikan di Royal Society Biology.

Baca juga: Paru-paru Pria Itu Tumbuh Tanaman Kacang



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
daniel handaka
03/09/2010
mudah mudahan gak masuk dijakarta, kalo makan gedung2 n tugu monas berabe nih!
Balas   • Laporkan
Tom
02/09/2010
makanya, kalo kesedak biji kacang, jangan lupa tiap 3 bulan sekali minum pupuk cair, terus makan tanah, sekalian pacul, biar kacangnya subur n terpelihara. kan bisa dipanen... (emang ini manusia apa kebun?)
Balas   • Laporkan
hadie
02/09/2010
yang jelas bebas dari zat2 kimia......dan yang jelas umur di tangan allah...
Balas   • Laporkan
Amin Sasangka
23/08/2010
yg jelas, tidak merokok
Balas   • Laporkan
boedy
19/08/2010
Bisa jadi..Rendah stress,tdk banyak beraktivitas..makanan tdk sembarang (Instant) merupakan rahasia umur panjang..perlu di tiru..i like.!!
Balas   • Laporkan
kaum duafa
18/08/2010
urusan umur hanya ALLAH yg tau.....manusia ga bakal bisa memperpanjang umur!! imposibel....
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ