VIVAnews - Bagi Ban Ki-moon, banjir di Pakistan bencana terburuk yang pernah dia saksikan. Maka, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) itu berseru kepada masyarakat internasional untuk segera memberi bantuan yang cukup bagi sekitar 20 juta orang di Pakistan yang kehilangan tempat tinggal dan lahan penghidupan setelah dilanda banjir bandang.
"Ini adalah hari yang paling memilukan bagi saya," kata Ban kepada Presiden Pakistan, Asif Ali Zardari. "Saya tidak akan pernah melupakan kehancuran dan penderitaan yang saya saksikan saat ini. Saya pernah melihat banyak bencana alam di penjuru dunia, namun tidak ada yang seperti ini," lanjut Ban saat meninjau para pengungsi korban banjir di Provinsi Punjab, Minggu 15 Agustus 2010.
Koresponden stasiun televisi CBS mengungkapkan bahwa banjir di Pakistan berlangsung sejak lebih dari dua pekan lalu dan telah menerjang seperempat negeri itu. Bencana itu memakan korban sedikitnya 1.500 jiwa dan puluhan juta warga yang selamat kehilangan tempat tinggal dan lahan penghidupan.
Mereka yang selamat terpaksa tinggal di kamp pengungsi. Namun kondisi tempat mereka tinggal sangat memprihatinkan karena tidak didukung sanitasi yang layak. Itulah sebabnya, kalangan pegiat kemanusiaan dan media massa di Pakistan khawatir bahwa wabah kolera bisa terjadi dengan cepat dan merenggut banyak nyawa lagi.
Wabah kolera sudah dideteksi Sabtu pekan lalu, 14 Agustus 2010, di Pakistan bagian barat laut. Penemuan itu terjadi saat banjir baru melanda kawasan selatan. (umi)