Dunia

Prediksi Pemanasan Global Terbukti

Bencana alam di Pakistan, China, dan Rusia adalah tiga bukti pertama.

Jum'at, 13 Agustus 2010, 06:46 WIB
Arfi Bambani Amri
Kabut asap selimuti Kota Moskow, Rusia (AP Photo/ Pavel Golovkin)

VIVAnews - Bencana alam yang melanda Pakistan, China, Rusia dan melelehnya es di Arktik sesuai dengan prediksi the Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) beberapa tahun lalu. Pakistan dilanda hujan terus-menerus sehingga banjir, sementara Rusia mengalami cuaca paling panas dalam 1.000 tahun.

Kejadian-kejadian sepanjang Juli sampai Agustus 2010 ini telah diprediksi ilmuwan cuaca, meski mereka malu-malu menyebutnya, sebagai bukti pemanasan global telah berlangsung. Mereka sekarang sedang berupaya mencari cara memprediksi cuaca ekstrem ini.

Agustus ini, mereka mulai menggelar rapat yang disponsori Perserikatan Bangsa-bangsa, Amerika Serikat dan Inggris. "Tak ada waktu terbuang lagi karena rakyat harus disiapkan menghadapi pemanasan global," kata Peter Scott, klimatolog pemerintah Inggris.

IPPC pada 2007 telah memprediksi peningkatan temperatur akan menghasilkan gelombang panas dan hujan yang intens. Dalam laporan 2007 yang menghasilkan penghargaan Nobel, IPPC melaporkan "telah diamati" sebuah peningkatan gelombang panas sejak 1950.

Sementara ilmuwan the Goddard Institute of Space Studies NASA, Gavin Schmidt, di New York, menyatakan pendekatan yang tepat adalah "lebih banyak ekstrem panas dan sedikit ekstrem dingin."

Berikut perbandingan fakta dengan prediksi:

Rusia

Untuk pertama kalinya suhu Moskow mencapai 37,8 derajat Celcius. Panas membuat kebakaran hutan dan mengeringkan lahan gambut, sehingga menyelimuti Rusia dengan kabut asap beracun. Kematian meningkat menjadi 700 jiwa per hari.

Tahun 2007, laporan IPCC memprediksi bencana kekeringan di Rusia meningkat dua kali dan melihat kemungkinan kebakaran selama bertahun-tahun. Rusia juga disebut akan kehilangan hasil pertanian.

Pakistan

Hujan lebat terus-menerus selama 36 jam membuat sungai Indus di Pakistan meluap. Diperkirakan 14 juta rakyat Pakistan kena dampak banjir. Pemerintah Pakistan menyebutnya bencana terburuk dalam sejarah bangsa itu.

Tahun 2007, laporan IPPC menyatakan hujan lebih lebat selama 40 tahun di utara Pakistan dan memprediksi banjir dahsyat akan melanda bagian selatan Asia ini.

China

Negara berpopulasi terbesar di dunia ini mengalami banjir terburuk sedekade, terutama di provinsi di barat laut, Gansu. Banjir dan longsor menewaskan 1.117 orang dan membuat 600 orang hilang.

Tahun 2007, laporan IPPC menyatakan hujan meningkat di barat laut China 33 persen dibanding 1961. Banjir di seluruh negeri meningkat tujuh kali dibanding 1950. Dan banjir akan sering terjadi di abad ini.

Arktik

Sebuah bongkahan es seluas 260 kilometer persegi telah mengapung di barat laut Greenland. Bongkahan es ini adalah yang terbesar tercatat dalam sejarah memisahkan diri dari Arktik.

Es yang mencair ini menyebabkan kenaikan permukaan lau di seluruh dunia, sebagai akibat dari ekspansi cuaca panas ke kawasan kutub. Kenaikan muka laut adalah 3,4 milimeter per dekade, dua kali lipat angka di abad 20. (Associated Press | umi)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
adeex
24/08/2010
ayo kurangi pemanasan global dengan hemat energi ,dukung world silent day dan kurangi konsumsi daging serta mulai mnjalankan pola hidup vegetarian
Balas   • Laporkan
danrhama andan
23/08/2010
horeeee!! bumi bakal meledak!! hihihi… (just kidding) sebelum tenggelam bumi akan meledak! sejak tahun 2007 ilmuan telah menemukan gelembung2 gas metan di hampir seluruh antartika. gelebung gas metan tersebut keluar akibat dari mencairnya es. karna sebe
Balas   • Laporkan
niia
21/08/2010
ya allah smga bumi ini pulih sperti dlu,,,tgl ksadaran qt yg hrus ditingkatkan
Balas   • Laporkan
Dzhy
20/08/2010
Qlo ada perediksi terbaru kasi tau sy y.... Thx...
Balas   • Laporkan
andyn cuantic
20/08/2010
hiduplah indonesia raya... wkkwkwkwkwkwkw
Balas   • Laporkan
meysi elvira tahas
19/08/2010
semoga manusia yg hidup dibumi semakin SADAR diri dengan melihat fenomena2 yg terjadi sekarng ini
Balas   • Laporkan
Bastian7
18/08/2010
horee.. klo nanti banjir besar2an, bisa berenang gratis deh.. hehee..
Balas   • Laporkan
evie
14/08/2010
Sayangnya blm sluruh manusia mau sadar& perduli trhdp bumi,ego dn keserakahn msh di utamakn..sungguh prihatin!!
Balas   • Laporkan
meike
14/08/2010
pusing juga..
Balas   • Laporkan
rmy_chenko
13/08/2010
bersama qt lbh mendekatkan diri kpd sang khalik, mengharapkan keselamatan dunia akherat.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauĀ