Dunia

Benarkah Terjadi 'Tsunami Matahari' Hari Ini

Sejumlah ilmuwan mancanegara memeringatkan ancaman ledakan matahari terhadap bumi.

Selasa, 3 Agustus 2010, 18:09 WIB
Pipiet Tri Noorastuti
Badai Matahari (BBC)

VIVAnews - Sejumlah situs berita mancanegara memberitakan ancaman 'tsunami matahari' yang akan menghantam bumi hari ini, Selasa, 3 Agustus 2010. Benarkah gelombang akibat ledakan besar di atmosfer matahari itu akan terjadi?

Profesor Riset Astronomi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, membantah ancaman itu. "Tidak ada tsunami atau badai matahari saat ini," katanya seperti dikutip dari blog pribadinya.

Menurut Thomas, kejadian sebenarnya adalah terjadi ledakan atau flare kecil di matahari pada 1 Agustus 2010 sekitar pukul 16.00 WIB. Bila itu mengarah ke bumi, dampaknya kemungkinan baru terasa sekitar 3 Agustus, tetapi tidak signifikan.

Kejadian pada 1 Agustus tidak berdampak signifikan pada bumi. "Kalau pun ada hanya sedikit gangguan ketinggian orbit satelit dan tampaknya cahaya aurora di langit sekitar kutub karena interaksi partikel matahari yang terperangkap medan magnet bumi dengan atmosfer bumi."

Tsunami matahari berbeda dengan badai matahari. Tsunami matahari adalah ledakan di permukaan matahari yang dampaknya hanya terasa di sekitar titik ledakan. "Ibarat terjadinya gempa di laut, maka gelombang tinggi terjadi menyebabkan tsunami di sekitar episentrum gempa tesebut," katanya.

Ia menambahkan, gelombang tsunami terjadi pada plasma atau gas panas di permukaan matahari sehingga tidak akan berdampak ke bumi. Sedangkan ledakan matahari atau lontaran massa matahari yang dikenal sebagai badai matahari bisa berdampak ke bumi ketika badainya berskala besar dan mengarah ke bumi.

***

Berdasar penelitian National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), yang disponsori lembaga antasariksa Amerika Serikat, NASA, badai matahari terjadi ketika muncul flare atau ledakan besar di atmosfer matahari dengan daya supertinggi.

Badai matahari bisa menyebabkan lonjatan tenaga lisrik hingga miliaran watt. Bila sampai ke bumi, pancarannya akan mempengaruhi medan magnet bumi yang selanjutnya berdampak pada sistem satelit, listrik, dan frekuensi radio. Bumi terancam kehilangan daya listrik.

Badai matahari merupakan siklus biasa yang terjadi setiap 11 tahun. Namun, siklus itu diperkirakan akan mencapai puncaknya pada 2012-2013. Badai matahari pernah melanda bumi pada 1 September 1859. Namun, kala itu tak terlalu berdampak karena kehidupan di masa itu belum ditopang listrik.

Berdasar prediksi tersebut, sejumlah badan antariksa telah berupaya menyiapkan sejumlah strategi menghadapi badai matahari. Strategi untuk mengantisipasi hilangnya daya listrik, satelit, dan frekuensi radio yang menopang kehidupan masyarakat modern masa kini. (adi)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
mantan pelaut
02/09/2010
aku dah pernah liat yg lebih dahsyat lg d laut jawa..meteor...sebesar lapangan senayan
Balas   • Laporkan
suryadi
23/08/2010
inikah yg si maksut tak ada yg abadi di DUNIA ini ?..........kecuali hanya ALLOH yg kekal . ALLOH HU AKBAR.
Balas   • Laporkan
kepin
09/08/2010
cacat lu gua gax perca
Balas   • Laporkan
bongky
06/08/2010
Harusnya semakin pintar manusia membaca " RAHASIA ALAM" semakin takut dan bertobat, yang terjadi malah sebaliknya, manusia semakain berani menentang dengan dalil " FENOMENA ALAM ".... ALLAH KARIIIM....
Balas   • Laporkan
nur hasnah
06/08/2010
ya....ALLAH ampuni lah dosa2 hamba mu ini.... jauhkan segala bala mu... lindungi kami dari bencana mu ya...ALLAH.
Balas   • Laporkan
Era W
06/08/2010
ya...Allah, ini teguran kecil darimu untuk umat mu di dunia ????
Balas   • Laporkan
izra
05/08/2010
ya Allah.......Ampunilah kami... ini suatu pertanda bagi kita semua bahwa kiamat sudah dekat dan janganlah kita semua terlalu larut kedalam kesenangan dunia, sedangkan dunia ini sudah hampir musnah, Allah marah kepada kita yang sudah melupakan apa yang di
Balas   • Laporkan
Ewin
05/08/2010
ebehhhhhhhhh
Balas   • Laporkan
levi
04/08/2010
allah'ualam!!!!!gak tau apa yang terjadi dikedepannya..bisa aja besok atau besoknya....yang mau tobat,tobat aja duluan...yang msh pengen happy lah selagi bisa,jadi kesimpulannya..jalani hidup ini seperti air yang mengalir..heeeeee....itu menurut saya.
Balas   • Laporkan
benny
04/08/2010
insaflah wahay manusia. kita di dunia hanya numpang, alam kita yang sebenarnya ada di alam akhirat segeralah kau ber tobat....bat......bat......!
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ