VIVAnews - Isu finansial akan menjadi fokus utama dalam pertemuan tingkat menteri untuk meninjau Tujuan-tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) di kawasan Asia Pasifik. Maka, dalam pertemuan di Jakarta nanti, negara-negara Asia Pasifik akan merumuskan konsep pendanaan yang inovatif (innovative financing) untuk mendukung MDGs.
Demikian ungkap seorang pejabat Kementrian Luar Negeri Indonesia, Ghafur Akbar Darmaputra, dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat 30 Juli 2010.
"Innovative financing adalah bagaimana kita dapat membiayai pencapaian tujuan-tujuan MDGs di dalam situasi krisis ekonomi saat ini dan tidak hanya semata sampai 2015 tapi setelah 2015," kata Ghafur, yang menjabat sebagai Direktur Pembangunan, Ekonomi, dan Lingkungan Hidup di Kementerian Luar Negeri.
Menurut Ghafur, konsep itu akan dibicarakan para menteri se-Asia Pasifik saat bertemu di Jakarta pada 3-4 Agustus pekan depan. Setidaknya ada 30 delegasi negara di kawasan Asia Pasifik yang akan hadir.
Mereka diantaranya 15 menteri dari Korea Utara, Bangladesh, Fiji, Laos, Papua Nugini, dan Thailand. Selain itu, 20 negara mitra, yang terdiri atas negara maju dan negara anggota G-20 juga diundang.
Ghafur mengatakan, kehadiran negara-negara maju tersebut diundang untuk mendengarkan pernyataan dari negara-negara Asia Pasifik. "Dalam pengertian kita tidak mengemis atau menagih janji negara maju tapi mereka harus memenuhi komitmen mereka dalam membantu mencapai tujuan milenium," kata Ghafur.
"Perlu diwujudkan political will [keinginan politis] semua negara bahwa [pendanaan inovatif] ini bisa dilakukan bersama-sama," tambah Ghafur.
Pertemuan tingkat menteri itu akan dibuka oleh Wakil Presiden Boediono. Mereka akan mengkaji perkembangan MDGs, yang dicanangkan oleh PBB sepuluh tahun lalu. Saat itu, melalui pembentukan konsep MDGs, PBB bertekad bahwa lebih dari setengah populasi di muka bumi akan bebas dari kekurangan gizi, buta huruf, kesulitan mendapat air bersih, dan masalah-masalah global lain.
Target itu diharapkan bisa terwujud pada 2015 mendatang. Namun, dalam pertemuan di Jakarta nanti, para peserta juga akan membahas target-target pasca 2015.