Dunia

Dolar Melemah, Minyak Terangkat ke US$77

Investor kali ini tidak begitu terpengaruh atas laporan mengecewakan dari Bank Sentral AS

Kamis, 29 Juli 2010, 16:26 WIB
Renne R.A Kawilarang, Harriska Farida Adiati
Kilang Minyak di Pancevo Serbia (AP Photo)

VIVAnews - Harga minyak mentah untuk perdagangan Asia di bursa New York berhasil menguat hingga tembus kembali ke level US$77 per barel. Kenaikan terjadi di tengah melemahnya kurs dolar atas yen dan euro.

Berdasarkan transaksi elektronik yang dipantau pada Kamis siang waktu Singapura, harga minyak mentah untuk pengiriman September naik 16 sen menjadi US$77,15 per barel. Pada transaksi langsung di New York dini hari tadi, harga minyak turun 51 sen menjadi US$76,99 per barel.

Menurut pengamat, naiknya harga minyak ini terkait dengan turunnya kurs dolar. Sesuai kebiasaan di pasar minyak, para investor pemegang mata uang non dolar biasanya melakukan aksi borong bila kurs dolar tengah melemah.

Dalam perdagangan valuta, Rabu malam waktu New York (Kamis pagi waktu Asia) kurs dolar atas yen turun dari 87,44 yen menjadi 87,13 yen. Kurs euro atas dolar meningkat dari US$1,2996 menjadi US$1,3009.

Para trader kali ini tidak begitu terpengaruh atas laporan yang mengecewakan dari Bank Sentral AS menyangkut perkembangan ekonomi di Negeri Paman Sam. Dalam laporan yang terkenal dengan sebutan "Beige Book," The Fed memastikan bahwa pemulihan memang tengah melambat.

Sementara itu, harga minyak mentah Brent naik 9 sen menjadi US$76,15 per barel di bursa London. (Associated Press)

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ