VIVAnews - Boneka manekin berpakaian minimalis atau poster bergambar perempuan mengenakan pakaian dalam seksi (lingerie) akan segera lenyap dari etalase semua toko pakaian di Jalur Gaza. Kelompok Hamas, yang memerintah wilayah Palestina di Gaza, memberlakukan larangan baru untuk melindungi moralitas masyarakat.
"Dilarang keras menempatkan perangkat fotografi apapun di dalam toko, dan dilarang memajang pakaian-pakaiang yang mengumbar (tubuh wanita) di depan toko," demikian pernyataan Hamas.
"Aturan-aturan ini berasal dari keluhan dan tekanan oleh orang-orang kebanyakan. Mereka harus melakukan sesuatu untuk melindungi tradisi," kata seorang petugas kepolisian, seperti dikutip dari laman stasiun televisi BBC, Rabu, 28 Juli 2010.
Aturan baru ini muncul dua pekan setelah Hamas melarang perempuan Gaza menikmati shisa. Meski berbagai larangan dengan dalih melindungi moralitas penduduk Gaza diberlakukan, Hamas berulang kali menyangkal tuduhan akan memberlakukan hukum Syariah di Gaza.
Sejauh ini, Hamas telah membatasi pergaulan warga lelaki dan perempuan di tempat umum. Tahun lalu, Hamas mencoba mencegah perempuan pengacara muncul di persidangan tanpa mengenakan jilbab, dan melarang pria bekerja di salon perempuan.