Dunia

Tak Ada Penumpang Selamat, Pakistan Berduka

Kecelakaan pesawat Airbus A321 milik maskapai Airblue menewaskan 152 penumpang dan awak.

Kamis, 29 Juli 2010, 11:48 WIB
Renne R.A Kawilarang, Harriska Farida Adiati
Ungkapan kesedihan kerabat korban pesawat jatuh di Pakistan (AP Photo/Fareed Khan)

VIVAnews - Pemerintah Pakistan, Kamis 29 Juli 2010, menetapkan satu hari berkabung nasional untuk mengenang 152 orang yang tewas dalam kecelakaan pesawat milik maskapai Airblue sehari sebelumnya. Ini merupakan kecelakaan pesawat terburuk dalam sejarah penerbangan komersil di Pakistan. 

Pesawat Airbus A321 dengan nomor penerbangan ED202 jatuh di tengah cuaca buruk pada Rabu pagi di Bukit Maragalla. Pesawat saat itu akan mendarat di Bandara Benazir Bhutto di Kota Islamabad setelah terbang dari Karachi.

Perdana Menteri Pakistan, Yousuf Raza Gilani, mengungkapkan duka cita dan kesedihan atas insiden tragis ini, dan ikut mendoakan penumpang dan kru yang tewas.

"Kabinet federal menyatakan satu hari berkabung nasional karena insiden tragis ini. Perdana Menteri menunda rapat kabinet hingga pekan depan," tulis keterangan dari kantor perdana menteri seperti dikutip dari laman stasiun televisi Al Jazeera.

Menteri Informasi Qamar Zaman Kaira mengumumkan pemberian kompensasi senilai US$5.800 bagi tiap keluarga korban.

Sementara itu, penyebab kecelakaan belum diketahui. Hari ini, tim evakuasi akan melanjutkan upaya pencarian kotak hitam yang diharapkan bisa memberikan petunjuk mengenai penyebab kecelakaan.

Pemerintah Pakistan mengatakan semua kemungkinan penyebab kecelakaan akan diselidiki. Namun mereka menegaskan tidak ada indikasi serangan teroris.

Otoritas penerbangan mengatakan, pesawat dialihkan karena cuaca buruk, tetapi belum bisa dipastikan mengapa pesawat jet tersebut terbang terlalu rendah dan dekat sekali dengan perbukitan. Padahal daerah perbukitan tersebut cukup jauh dari rute pesawat yang terbang dari Karachi. (umi)

• VIVAnews
Rating
Komentar
syamsul
11/08/2010
ya allah berikanlah kekuatan kepada,mereka yang di timpa musibah,
Balas   • Laporkan
arie
29/07/2010
mudah2an ini adalah tragedi terakhir yg membuat masyarakat berduka.dan mudah2an pula pihak penerbangan udara dapat mengatur jadwal keberangkatan pesawat dengan baik pada saat kondisi cuaca yg tidak bersahabat sehingga angka kecelakaan lalu lintas udara da
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ