VIVAnews - Indeks harga saham di sebagian besar bursa di Asia bergerak naik di tengah sejumlah laporan positif di sektor korporat di kawasan ini. Dengan demikian bursa Asia kali ini tidak terpengaruh pada lesunya kondisi di Wall Street, menyusul turunnya indeks kepercayaan konsumen di AS.
Pada transaksi Rabu, 28 Juli 2010, indeks Nikkei 225 di Jepang melonjak 2,3 persen menjadi 9.713,88. Lonjakan ini ditandai dengan naiknya pendapatan perusahaan elektronik terkemuka, Canon, selama triwulan kedua tahun ini. Selain itu sejumlah produsen otomotif di Jepang menunjukkan naiknya produksi di tingkat global selama paruh pertama 2010.
Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 0,5 persen menjadi 21.082,05 dan indeks Kospi di Korea Selatan menguat menjadi 1.769,56. Indeks Komposit Shanghai di China naik 1,3 persen menjadi 2.609,38 dan indeks di Australia bergerak naik sebesar 0,5 persen menjadi 4.518,60.
Kenaikan indeks juga melanda bursa di Singapura, Taiwan, dan Selandia Baru. Sebaliknya, indeks di bursa Thailand dan Vietnam tengah turun.
Selain mendapat kabar gembira dari sektor korporat, para trader di Asia juga mendapat kabar yang baik dari Eropa. Tingkat kepercayaan di kawasan itu mulai pulih saat sejumlah bank besar seperti UBS dari Swiss dan Deutsche Bank dari Jerman lulus dari uji tes daya tahan perbankan (stress test) pekan lalu.
Pasar di Asia juga menyambut baik naiknya tingkat kepercayaan konsumen di Jerman - negara ekonomi terbesar di Eropa. Para investor berharap situasi itu bisa membuat pemulihan ekonomi Eropa dari krisis utang berjalan lebih cepat dari perkiraan.
Bursa-bursa Asia juga tidak begitu terpengaruh atas laporan dari Wall Street bahwa tingkat kepercayaan konsumen di AS bulan lalu turun. Selama ini, survei tingkat kepercayaan konsumen menjadi barometer bagi naik tidaknya tingkat belanja di AS - yang mempengaruhi 70 persen kegiatan ekonomi di negara itu. (Associated Press)