Dunia

Sedikit Melemah, Minyak Tetap di Bawah US$79

Stok minyak beberapa pekan terakhir menunjukkan bahwa tingkat konsumsi di AS belum stabil

Selasa, 27 Juli 2010, 15:49 WIB
Renne R.A Kawilarang, Harriska Farida Adiati
kilang minyak (www.dpi.vic.gov.au)

VIVAnews - Harga minyak mentah untuk perdagangan Asia di bursa New York kini sedikit melemah walau masih berada di level yang mendekati US$79 per barel. Sentimen investor kali ini tidak terpengaruh oleh reli di pasar saham Wall Street, yang telah berlangsung selama tiga hari perdagangan berturut-turut.

Berdasarkan transaksi elektronik yang dipantau pada Selasa siang waktu Singapura, harga minyak mentah untuk pengiriman September hanya turun 3 sen menjadi S$78,95 per barel. Dalam transaksi langsung di New York dini hari tadi, harga minyak mentah tidak beranjak dari posisi US$78,98 per barel.

Para trader di pasar minyak dihadapkan pada dua kabar yang kontradiktif. Di satu sisi, mereka antusias atas kabar bahwa pasar perumahan di AS Juni lalu naik 23,6 persen setelah bulan sebelumnya anjlok saat berakhir program insentif pajak pembelian rumah dari pemerintah. Tingkat kenaikan penjualan rumah baru itu lebih besar dari proyeksi.

Namun, di sisi lain, pelaku pasar juga menaruh perhatian atas laporan dari Bank Sentral di Dallas bahwa survei kinerja manufaktur lokal menunjukkan hasil yang mengecewakan. Indeks produksi lokal Juni lalu turun drastis dari 20,8 pada bulan sebelumnya menjadi -1,9 poin.

Sementara itu, laporan stok minyak mentah di AS dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan bahwa tingkat konsumsi masih belum stabil. Di bursa London, harga minyak Brent turun 7 sen menjadi US$77,43 per barel. (Associated Press | umi)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ