VIVAnews - Indeks-indeks harga saham di sejumlah bursa utama Asia kali ini sedikit melemah. Para investor tampak menahan diri melakukan aksi borong saham kendati mereka mengikuti kabar positif dari Wall Street mengenai membaiknya pasar perumahan dan bisnis antaran logistik dari perusahaan terkemuka, FedEx.
Pada transaksi Selasa, indeks Hang Seng di Hong Kong turun 6,39 poin (kurang dari 0,1 persen) menjadi 20.833,52. Indeks Kospi di Korea Selatan hanya melemah 1,1 poin (0,1 persen) menjadi 1.768,04. Begitu pula dengan indeks Nikkei 225 di Jepang, cuma turun 11,11 poin (0,1 persen) menjadi 9.492,46.
Di pasar lain, indeks komposit Shanghai di China melemah 0,4 persen menjadi 2.579,39. Penurunan kecil juga melanda bursa di Taiwan dan Selandia Baru. Sebaliknya, indeks di bursa Australia, Singapura dan Thailand naik.
Menurut pengamat, kali ini para trader tidak hanya mengandalkan laporan pendapatan korporat dari Wall Street. Mereka pun menunggu ratusan laporan korporat dari Eropa dan Jepang mengenai tingkat pendapatan selama triwulan kedua, yang diluncurkan sepanjang pekan ini, sebelum membuat langkah yang besar.
"Volume [perdagangan] kini lebih sedikit dari batas normal," kata Tey Tze Ming, pengamat dari Saxo Capital Markets di Singapura.
Bagi kalangan pengamat, suasana pasar saham akhir-akhir ini gampang rentan oleh peristiwa-peristiwa yang sebenarnya tidak signifikan. "Pasar mengalami gejala naik-turun. Sentimen investor kini bergerak dari rakus menjadi takut," kata Kwong Man Bun, pegamat dari Asia Ltd. di Hong Kong. (Associated Press| umi)