VIVAnews - Sungguh tragis nasib penyanyi Meksiko, Sergio Vega. Dia ditembak mati, hanya beberapa jam setelah membantah pemberitaan yang menyebutnya jadi korban pembunuhan.
Kepada sebuah laman media, penyanyi 40 tahun yang tenar dengan nama El Shaka mengaku meningkatkan pengamanan dirinya, menyusul pembunuhan terhadap beberapa musisi Meksiko.
Musisi yang jadi target tembakan adalah para penyanyi narcocorridos -- nyanyian untuk merayakan kehidupan bos narkoba. Mereka sering dijadikan target geng narkoba saingan.
Vega ditembak saat perjalanan di wilayah Sinaloa. Media Meksiko, El Debate melaporkan, dia ditembak saat mengendarai Cadillac merahnya -- saat sebuah truk membuntutinya.
Beberapa saat kemudian, tembakan diarahkan ke mobil itu, Vega terluka dan kehilangan kontrol dan menabrak truk tersebut.
Lalu, penembak itu menghabisi Vega dengan tembakan ke kepalanya.
Sementara, kepolisian setempat mengungkapkan penyelidik menemukan selongsong peluru di dekat pintu pengemudi.
Sebelumnya, rumor bahwa Vega telah tewas beredar di kalangan penggemar musik bergenre Grupero.
Kata-kata terakhir Vega pada media adalah, "Sama seperti beberapa tahun lalu, seseorang mengatakan pada stasiun radio atau koran bahwa aku telah terbunuh, atau mengalami kecelakaan."
"Lalu, aku segera menelepon ibuku tersayang, yang menderita penyakit jantung, mengatakan aku baik-baik saja," kata dia seperti dimuat laman BBC, Senin 28 Juni 2010.
Dia mengaku musisi grupero memang khawatir dengan pembunuhan yang terjadi, tapi dia mempercayakan dirinya pada Tuhan.
Katanya, kemanan dirinya telah ditingkatkan menyusul pembunuhan penyanyi grup K-Paz, Sergio Gomez pada 2007.
Setidaknya tujuh musisi grupero tewas terbunuh dalam waktu tiga tahun. Polisi menuding geng narkoba di balik pembunuhan itu.