Dunia

Pelayan Nepal Jadi Orang Kaya Baru Amerika

Tekun bekerja sebagai pelayan membuat Indra Tamang diwarisi harta segunung.

Kamis, 3 Juni 2010, 15:36 WIB
Renne R.A Kawilarang
Indra Tamang berpose di depan apartemen warisan (AP Photo/Bebeto Matthews)

VIVAnews - Dulu, Indra Tamang adalah seorang remaja anak petani miskin di Nepal. Di desa tempat dia tinggal, layanan air bersih dan listrik tidak pernah dikenal warga. Namun, ketekunan dan loyalitasnya yang tinggi kepada majikan, membuat Indra kini beroleh rezeki besar sehingga menjadi orang kaya baru di Amerika.   

Di masa kecilnya, Indra susah payah belajar menulis dan tidur beralaskan jerami di gubuk orang tuanya. Tak tahan terus hidup melarat, Indra memberanikan diri mengadu nasib ke Ibukota Katmandu dan diterima menjadi pramusaji di restoran sebuah hotel.

Di sini nasib baik menghampirinya. Dia bertemu dengan Charles Henri Ford, seorang miliuner Amerika Serikat, yang lalu merekrut Indra sebagai pembantu merangkap asisten pribadinya.

Hampir 40 tahun kemudian, nasib baik kembali menghampirinya. Kali ini dengan skala yang jauh lebih besar. Dia mendapat warisan dari Ruth Ford, seorang janda tua yang tak lain adalah adik majikannya. Harta yang diwarisinya bukan main-main: dua unit apartemen di sebuah kawasan bergengsi di New York bernilai US$4,5 juta (sekitar Rp40 miliar), koleksi seni asal Rusia seharga US$1 juta (Rp9 miliar lebih), dan banyak lainnya.

Selama 36 tahun, kakak beradik Ford rupanya sangat menyayangi Indra, yang kini berusia 57 tahun. Ruth memanggilnya dengan nama khusus "Indra Darling." Lebih gila lagi, sesaat sebelum wafat pada Agustus tahun lalu di usia 98 tahun, Ruth tidak meninggalkan harta apa pun bagi putri kandung semata wayangnya (hubungan mereka dikenal tidak harmonis), maupun untuk dua cucunya. Seluruh warisan Ruth diperuntukkan bagi Indra.

Rezeki dari langit itu lah yang membuat wartawan Associated Press, Verena Dobnik, menelusuri latar belakang Indra. Dia penasaran, bagaimana bisa seorang anak miskin yang hanya bisa bicara dalam bahasa Nepal, mampu berkelana ke mancanegara dan kini menjadi miliarder baru Amerika?

Pembantu utama

Dari penelusurannya, Dobnik pun berkisah. Charles Henri Ford adalah seorang penulis kelahiran Mississippi sekaligus fotografer dan aktivis kaum homoseks yang terkenal pada dekade 1960an.

Terkesan dengan Indra saat melayaninya di restoran di Katmandu itu, Charles kemudian memboyong dan mempekerjakan Indra pada 1973 di rumahnya di Katmandu. Awalnya, Indra diberi tugas membeli barang-barang kebutuhan pokok, memasak, dan mengantar surat.

Belakangan, Charles mengajari Indra cara menggunakan kamera. Sejak itu tugasnya bertambah menjadi asisten juru foto buat Charles. Saking sayangnya kepada Indra, Charles lalu mengangkatnya sebagai anak angkat.

Akhirnya, Indra dibawa serta melanglang buana ke banyak tempat. Pada suatu ketika, Charles, Indra, dan seorang teman berkelana. Mengendarai minibus Volkswagen mereka bepergian dari Istambul, Turki; menuju Katmandu, melalui Iran, Afganistan, Pakistan, dan India.

Di Paris, Indra belajar bahasa Prancis atas tanggungan Charles. Saat liburan, mereka berdua bertetirah di rumah Charles yang lain di Pulau Kreta, Yunani. Di sana, Indra belajar bahasa Yunani dengan para nelayan setempat.

Di New York, mereka tinggal di sebuah apartemen di Gedung Dakota, di dekat dengan Central Park. Di situlah Indra diperkenalkan dengan adik Charles. Dia adalah Ruth Ford, mantan aktris, model, penulis, dan janda aktor Hollywood, Zachary Scott.
 
Seperti Charles, Ruth pun langsung menyukai Indra. Mereka lalu mengajak Indra menghadiri pesta-pesta kaum jet set. Tugasnya di acara-acara itu adalah memfoto Charles dan Ruth dengan teman-teman mereka, yang rata-rata adalah pesohor seperti Andy Warhol, John Lennon, dan Patti Smith.

Foto-foto jepretan Indra diabadikan dalam buku-buku fotografi karya Charles dan dipamerkan di sejumlah galeri di Manhattan.

Lama kelamaan perhatian Indra mulai beralih dari Charles ke Ruth, yang sering sakit-sakitan. Belakangan, Ruth menderita kebutaan dan gangguan pendengaran. Ironisnya, Charles justru lebih dulu meninggal pada 2002.   

Di tahun-tahun terakhir hidup Ruth, Indra selalu siaga di apartemen Ruth. Padahal, dia sudah punya tempat tinggal sendiri di distrik Queens, New York, yang ia huni bersama istri dan anak-anaknya. Indra berkali-kali merelakan masa liburan bersama keluarganya hanya untuk membantu Ruth.

Sebagai pembantu utama, Indra harus mengurusi semua tagihan rutin atas nama Ruth, mengatur jadwal pertemuan, mengorganisir surat-surat, dan mengawasi rumah Ruth. Tugas-tugas itu tetap dilakoninya meski Ruth sudah punya perempuan pembantu.

Tipe sosialita

Putri Ruth, Shelley Scott, sudah lama menyadari bahwa ibunya lebih dekat dengan Indra ketimbang dirinya. Menurut pengacaranya, Arnie Herz, Shelly mengaku sejak kecil dia tak pernah menjalin hubungan dekat dengan ibunya. Hubungan mereka sebatas karena Shelley memang berstatus anak Ruth. Sejak belia, Shelley sudah dikirim ibunya ke asrama putri di sebuah sekolah elit.

"Ibunya itu tipe sosialita, bergaul dengan orang-orang kaya dan terkenal. Saya punya kesan Shelley tidak pernah dirawat langsung ibunya, sebagaimana layaknya orang tua lain kepada anak-anak mereka," kata Herz.  
   
Kini, masih menurut Herz, Shelley sudah merasa bahagia bisa hidup apa adanya tanpa harus terganggu dengan keputusan ibunya yang mewariskan seluruh hartanya kepada Indra.

Indra sendiri sudah merasa Charles dan Ruth lebih dari sekadar majikan.
"Hubungan dengan mereka sudah menjadi persahabatan," kata Indra. "Saya pun merasa tidak hanya menjadi pelayan. Ikatan kami lebih dalam dari itu." 

Itulah sebabnya ketika Charles dan Ruth wafat, Indra menggelar upacara kematian khusus bagi mereka berdua menurut prosesi agama Buddha yang dia anut.

Kendati sudah menjadi orang berada, Indra mengaku tak pernah melupakan kampung halamannya. Dia selalu teringat sebuah prinsip hidup orang Nepal, "Bila kita bekerja jujur dan mendapat kepercayaan dari orang lain, maka nasib baik akan menghampiri kita." (Associated Press, kd)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Elvira Pakiding
21/09/2010
Indra Tamang sdh mempraktekkan dlm hidupnya aplikasi dari Buah-Buah Roh yang sebenarnya menjadi kewajiban dr kita manusia ciptaan Tuhan tanpa memandang Agama & Kepercayaan,diantaranya Kasih,Pelayanan & Ikhlas.Semoga tidak berubah menjadi Indra Tamak,Amin.
Balas   • Laporkan
morthon lay
15/09/2010
ketekunan, kesebaran, membuahkan hasil yang tak terduga. Hanya sedikit orang yang memperolehnya.
Balas   • Laporkan
sabaryono
31/07/2010
sekaranglah bung Indra panen dari biji-biji kejujuran yang sulit tumbuh, kadang-kadang.
Balas   • Laporkan
fiza
27/06/2010
Betul2 beruntung Indra itu, itulah buah dari kejujuran, kesetiaan n nrimo diapain aja. Cuma aturan Hukum warisan di Amrik gimana yah...kog gak ada sepeserpun u anaknya.Jika Indra mau tambah dikagumi n diakui org yah....seberapa persen ke...tuh warisan dib
Balas   • Laporkan
agus
13/06/2010
mari kita ambil hikmah dari kisah tersebut. ketekunan, kejujuran dan loyalitas akan menghadirkan kebaikan pada kita. saya setuju dengan prinsip hidup orang Nepal, "bila kita bekerja jujur dan mendapat kepercayaan dari orang lain, maka nasib baik akan m
Balas   • Laporkan
tiara
12/06/2010
andai bisa seberuntung Mr. indra.. suatu saat mungkin.amin
Balas   • Laporkan
rintitin
03/06/2010
hanya almarhumlah yg tau,, knapa warisan bisa jatuh di indra,
Balas   • Laporkan
duddy rachmadani
03/06/2010
..Tuhan maha adil dan bijak sana..,semoga tetap menjadi Indra Tamang yang rendah hati.
Balas   • Laporkan
herman cung
03/06/2010
suatu kebaikan dgn kebajikan pelayanan yg tulus dan iklas slalu mendatangkan kemurahan bukan hnya harta tapi berkah dari surga yg tak terduga akan ditrima nya. "sedikitlah berbagi utk anak dan cucunya"
Balas   • Laporkan
H.Rio
03/06/2010
prinsip hidup orang Nepal, "Bila kita bekerja jujur dan mendapat kepercayaan dari orang lain, maka nasib baik akan menghampiri kita." harus ditambah lagi motonya... jujur dan penuh syukur (bersyukur) dua hal yg paling sulit (tersulit) dilakukan oleh Man
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ